YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Setelah sekian bulan terpuruk akibat pandemi Covid-19, kini sudah saatnya sektor pariwisata mulai bangkit lagi dalam tatanan normal yang baru. Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) DIY memandang penting untuk diterapkannya strategi bisnis kepariwisataan yang adaptif, termasuk dalam menghadapi libur panjang akhir tahun ini.
Ketua DPD ASITA DIY, Hery Setyawan menerangkan, strategi itu bisa ditempuh dengan memupuk sinergitas pelaku pariwisata, lewat semangat guyub sesarengan. Selain itu perlu dilakukan peningkatan skill dari segenap pelaku pariwisata baik dari sisi kelembagaan usaha maupun sisi sumber daya manusia (SDM).
“Antara lain, peningkatan kemampuan digitalizing, dan peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan dan aset,” ujar Hery, Jumat (27/11/2020).
Ia meneruskan, bersama Pemerintah, pengusaha pariwisata harus dilibatkan dalam menyusun tatanan baru, agar “kue ekonomi” yang kini terbatas, bisa terbagi secara baik dan merata. Tujuan akhirnya agar semua pihak yang terdampak Covid-19 bisa mendapatkan ruang untuk melakukan recovery.
Berbagai pihak menurutnya harus terus menerus melakukan monitoring dan evaluasi. Sebab perkembangan yang terjadi begitu cepat, sejalan dengan perkembangan penanganan pandemi Covid-19 di seluruh dunia.
“Sehingga langkah-langkah kita selalu inline dengan situasi,” tandas Hery. (den)
