Bernas.id – Bumi Angling Dharma beberapa hari ini diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi. Kondisi hutan di wilayah Bojonegoro selatan sudah tidak hijau lagi. Perhutani mengakui kondisi hutan buruk memiliki andil terjadinya banjir. Hilman, Administratur Perhutani KPH Bojonegoro menjelaskan bahwa hujan lebat dua hari mencakup area yang luas. Dari Kecamatan Sekar dan Bubulan. Saluran air tidak mampu menampung air. Sehingga terjadi luapan.
Hilman mengaku banjir juga terjadi karena daerah resapan di wilayah selatan Bojonegoro berkurang. Tentu, akibat alih fungsi lahan menjadi perumahan, maupun ladang. Diperburruk lagi dengan kondisi hutan di wilayah selatan Kecamatan Dander saat ini. Jadi, air hujan tidak tertahan pepohonan. Air hujan dari daerah dataran tinggi di selatan seharusnya turun secara bertahap. Namun, faktanya air hujan langsung menyerbu daerah utara yang lebih rendah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro langsung terjun untuk menangani permasalahan tersebut. Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro, Eko Susanto menyebutkan bahwa tim BPBD selalu siap siaga dalam menangani banjir yang menerjang beberapa wilayah di Bojonegoro. Selain itu, dalam penanganan tersebut juga dibantu oleh pihak kepolisian dan TNI di wilayah kerja masing-masing. Adapun wilayah-wilayah yang tergenang banjir di Kabupaten Bojonegoro adalah sebagai berikut. (1) Kecamatan Gondang meliputi Desa Gondang, Senganten, Pragelan, krondonan; (2) Kecamatan Kapas meliputi Desa Bangilan dan Desa sembung; (3) Kecamatan Dander meliputi Desa Sumberarum, Kunci dan Jatiblimbing; dan (4) Kecamatan Sekar meliputi Desa Sekar, Miyono dan Desa Deling.
Derasnya aliran sungai yang meluap juga mengakibatkan jembatan di Desa Jatiblimbing ambrol. Arus deras menerjang jembatan dengan panjang 4 x 20 meter, sehingga ada retakan di bahu jembatan. Hal tersebut mengakibatkan mobilitas warga menjadi terhambat. Untuk sementara waktu, akses penghubung Desa Jatibelimbing ke Desa Ngraseh Kecamatan Dander dialihkan melalui Desa Bendo dan Desa Kunci. Pemerintah desa setempat mengalihkan jalan utama melalui jalur utara arah desa bendo, kecamatan kapas dan selatan melalui desa kunci, kecamatan dander sambil berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan.
Di samping itu, Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Perhutani di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro juga digenangi banjir akibat hujan deras. Menurut Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro Eko Susanto, dari assessment yang dilakukan tim BPBD terdapat sekitar 57 KK yang terdampak banjir di wilayah TPK Sukorejo Kabupaten Bojonegoro. Genangan air sendiri terjadi karena adanya banjir kiriman dari wilayah selatan Bojonegoro. ?Banjir di TPK sendiri terjadi akibat kiriman dari wilayah selatan Bojonegoro yaitu Kecamatan Gondang, Temayang, Bubulan kemudian masuk ke wilayah Dander terus masuk ke persawahan Sukorejo, dan dinihari tadi sekitar jam 01.00 sudah masuk TPK,? ungkapnya.
Sementara itu, BPBD dengan dibantu kepolisian dan TNI mengevakuasi warga yang terdampak banjir. Warga dievakuasi dengan perhau karet menuju tempat yang lebih aman. Balai Desa Sukorejo adalah salah satu tempat alternatif yang digunakan untuk mengevakuasi warga. (Rrw)
