Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    STAK Yogyakarta Bertemu Kapolresta Sleman Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

    April 28, 2026

    BKI Gandeng PLN Indonesia Power Jajaki Kerja Sama Energi Berkelanjutan

    April 28, 2026

    Target 2030, Pansus DPRD DKI Dorong Jakarta Bebas Sampah

    April 28, 2026

    Selaraskan Pola Asuh dan Pendidikan, PKBM Reksonegaran Gelar Seminar Parenting

    April 28, 2026

    Pengelolaan Sampah Jakarta Dinilai Mendesak, Pansus Fokus Penanganan Hulu hingga Hilir

    April 28, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      Ninja Xpress Luncurkan Ninja Cross Border: Dari Indonesia ke Dunia

      April 26, 2026

      XPORIA 2026, Dorong Peran Bank Daerah sebagai Penggerak Ekonomi Ibu Kota

      April 22, 2026

      Bazar XPORIA 2026 Hidupkan Transaksi dan Dongkrak Omzet UMKM

      April 21, 2026

      Bidik ASN Pemprov DKI, Bank Jakarta Gelar XPORIA 2026

      April 20, 2026

      Gelar BUMD Leaders Forum, Pemprov DKI Perkuat Peran BUMD sebagai Pilar Ekonomi

      April 18, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Daerah»DI Yogyakarta»Pantaskah si Miskin Memiliki Rumah yang Layak?
    DI Yogyakarta

    Pantaskah si Miskin Memiliki Rumah yang Layak?

    Deny HermawanBy Deny HermawanFebruary 9, 2021No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono akhir tahun lalu mengungkapkan, terdapat 14 juta masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Indonesia yang belum memiliki rumah layak huni.

    “Kita harus siapkan rumah layak huni. Jadi masih ada 14 juta dari 70 juta orang yang belum memiliki rumah layak huni,” kata Basuki di Jakarta, Senin (27/12/2020) lalu.

    Menurut Basuki, memiliki rumah layak huni sangat penting bagi terutama bagi MBR untuk menjamin kesehatan dan keamanan hidup mereka.

    Dengan rumah layak huni, produktifitas warga meningkat. Terlebih di tengah pandemi COVID-19 seperti ini, di mana banyak warga yang melakukan aktivitasnya di rumah.

    Karenanya, Basuki menegaskan, pembangunan rumah layak huni ini masih akan menjadi fokus program perumahan Kementerian PUPR pada tahun 2021.

    Seperti diketahui, menurut Undang-Undang No. 23 Tahun 2014, Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) merupakan salah satu dari enam urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar.

    Lantas bagaimana situasinya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)? Ternyata masih cukup banyak terdapat Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah ini.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP ESDM) DIY, Hananto Hadi Purnomo menerangkan, jumlah RTLH DIY sampai akhir 2020 masih ada 33.535 unit. Ini berdasarkan data penanganan RTLH DIY dari awal RPJMD tahun 2017.

    “Database penanganan RTLH (berdasar data 2017) sebanyak 65.578 unit,” ujar Hananto, Selasa (9/1/2021).

    Ia meneruskan, penyaluran bantuan Peningkatan Kualitas RTLH dari Dinas PU ESDM DIY setiap tahun diberikan, melalui mekanisme Bansos Material Bahan Bangunan. Dalam hal ini, masyarakat penerima bantuan melaksanakan bantuan secara padat karya.

    “Target penanganan RTLH sampai 2022 kurang lebih 53,78 %,” katanya.

    Bidang Perumahan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP ESDM) DIY selaku SKPD yang terkait langsung dengan penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman di Daerah Istimewa Yogyakarta, menurutnya salah satu tugas utamanya adalah pengentasan kemiskinan melalui Program Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Adapun masyarakat yang dapat menerima bantuan peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) adalah masyarakat yang telah melalui proses verifikasi sebelumnya dan memenuhi persyaratan penerima bantuan yang masuk dalam kategori Bantuan Sosial (Bansos).

    “Kalau dari sisa RTLH yang ada, kemudian dilihat dari penanganan yang dilakukan oleh APBN dan APBD Kab/Kota bisa ditargetkan penanganan RTLH di DIY selesai tahun 2027,” katanya.

    Ketua Komisi D DPRD DIY Koeswanto ketika dikonfirmasi mengatakan, selain dari pihak eksekutif, pihak legislatif yang diwakili para anggota dewan juga turut mewujudkan masyarakat di DIY untuk semuanya bisa memiliki rumah layak huni.

    Ia menjelaskan, masing-masing anggota dewan memiliki dana aspirasi. Dan setiap dewan biasanya menggali masukan dari masyarakat di kala reses di daerah pemilihannya (dapil) masing-masing.

    Dari situ menurut Koeswanto biasanya muncul pengajuan dari masyarakat, baik pembangunan fisik (sarana dan prasarana) maupun pemberdayaan masyarakat, termasuk di dalamnya adalah usulan perbaikan RTLH. Dan pihaknya mengaku siap membantu, apabila masyarakat benar-benar membutuhkan.

    “Kalau yang tahun kemarin ada 12 titik (RTLH) yang kami bantu sesuai usulan. Di antaranya di Sidokarto Godean, Sidomulyo Godean, Nogotirto Gamping dan Madurejo Prambanan,” katanya.

    Sementara itu Dadi (85), salah satu sesepuh warga Kampung Code Yogyakarta mengaku rumah yang ditinggalinya selama puluhan tahun memang sangat sederhana. Namun dirinya merasa sudah cukup hidup dan bisa hidup dengan tenang. Meski demikian, ia tidak menolak apabila mendapatkan bantuan renovasi atau perbaikan rumah.

    “Dulu (saya) dapat bantuan beras Dinas Sosial Kota Jogja. Tapi itu sudah lama, bertahun-tahun lalu. Sekarang tidak pernah lagi,” katanya.

    Meski tinggal di bantaran sungai, Dadi merasa cukup aman. Kondisi yang agak mengkhawatirkan memang pernah dialami saat terjadi banjir lahar dingin kala erupsi Merapi beberapa tahun silam. Namun kini, meski curah hujan tinggi, kondisi Sungai Code di seberang barat rumahnya masih aman-aman saja.

    “Tidak banjir, aman-aman saja kok. Tidak ada yang perlu ditakutkan,” ujar dia. (den)

    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Deny Hermawan

      Related Posts

      STAK Yogyakarta Bertemu Kapolresta Sleman Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

      April 28, 2026

      Selaraskan Pola Asuh dan Pendidikan, PKBM Reksonegaran Gelar Seminar Parenting

      April 28, 2026

      Solihul Desak Para Pelaku Kekerasan Anak Dihukum Berat

      April 28, 2026

      Kasus Kekerasan di Daycare, Totok Desak Evaluasi Total Izin Penitipan Anak

      April 27, 2026

      FKBB DIY-Jateng Satukan Aspirasi Buruh Jelang May Day

      April 27, 2026

      PWA DIY Prihatin atas Dugaan Kekerasan Anak di Daycare, Tegaskan Perlindungan Anak Harus Menjadi Prioritas

      April 27, 2026
      Leave A Reply Cancel Reply

      Berita Internasional Terbaru

      CGO IceKredit, Kong Chinang, bergabung dalam GrabX & AI Forward Summit di Jakarta, Mendorong Kolaborasi Tripartit untuk AI yang Bertanggung Jawab di ASEAN

      April 28, 2026

      Spesies Baru Terungkap! iCAUR Mendobrak Batas, Membawa Anda Ke Mana Saja

      April 27, 2026
      Berita Nasional Terbaru

      Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

      April 13, 2026

      Era Yuldi, Imigrasi Raup PNBP Rp10,4 Triliun

      April 2, 2026
      Berita Daerah Terbaru

      STAK Yogyakarta Bertemu Kapolresta Sleman Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

      April 28, 2026

      Target 2030, Pansus DPRD DKI Dorong Jakarta Bebas Sampah

      April 28, 2026
      BERNAS.id

      Office Address :
      Jakarta
      Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
      Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

      Yogyakarta
      Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
      Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

      Email :
      info@bernas.id
      redaksi@bernas.id

      Advertisement & Placement :
      +62 812-1523-4545

      Link
      • Google News BERNAS.id
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      • Kode Etik
      • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
      BERNAS.id
      Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
      • Google News BERNAS
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.