SLEMAN, BERNAS.ID – Kabupaten Sleman menargetkan 1000 petani milenial pada tahun 2024. Sekolah tani akan dibuka untuk semakin mengasah keterampilan petani milenial tersebut. Petani milenial akan menguatkan ketahanan pangan di Bumi Sembada.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo berharap melalui kerjasama dengan Kementerian Pertanian RI akan menyukseskan gerakan tani milenial tersebut. “Petani yang senior sudah di atas 50 tahun dan generasi di bawahnya belum ada. Jujur saja sekarang ini kan regenerasinya memang kurang,” jelasnya saat menerima kunjungan dari Kementerian Pertanian RI di Ruang Rapat Bupati Setda Sleman, Jumat (4/6/2021).
Baca Juga : Pemda DIY Siapkan Lahan 10 Hektare bagi Petani Milenial
Kepala badang Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian RI, Dedi Nursyamsi mengatakan, akan mendukung penuh terhadap program petani milenial Pemerintah kabupaten Sleman. “Kita support habis Kabupaten Sleman. Kongkritnya, di Yogyakarta kan ada BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) dan ada balai karantina,” ujarnya.
“Kita nanti akan susun program pelatihan tersebut. Kita juga ada narasumber-narasumber. Kalau perlu kita datangkan dari Bogor, dari Lembang. Kita juga punya balai pelatihan di sana,” imbuhnya.
Dedi pun mengapresiasi inovasi Pemerintah Kabupaten Sleman yang memanfaatkan teknologi dalam bidang pertanian. Hal itu sangat sesuai dengan minat generasi milenial yang sangat dekat dengan dunia digital. “Segala sesuatu yang berbasis digital, peluang efisiensi akan semakin tinggi. Efisiensi semakin tinggi, duit juga semakin gede,” katanya. (jat)
