SLEMAN, BERNAS.ID – Memperingati usia ke-50, Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) dan beberapa komunitas mengadakan penanaman pohon bambu di kawasan Candi Morangan, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Minggu (19/3/2026). Sebanyak 100 bibit pohon bambu ditanam di kawasan Tanggul Pajangan Kali Gendol dan pinggiran Embung Tiban Sindumartani dekat Candi Morangan.
“Terimakasih pada Yayasan Hutan Biru yang sudah memberikan 100 bibit bambu yang ditanam di tanah kas desa,” ujar Ketua Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) Marsis Sutopo.
Ia menerangkan, biasanya peringatan ulang tahun IAAI biasanya ditandai dengan pelaksanaan seminar. Namun sekarang dilakukan dengan aksi bakti sosial ke lapangan. Pihaknya mengaku kini mulai menaruh perhatian juga pada lingkungan sebagai wadah cagar budaya, tidak hanya isinya, atau cagar budayanya.
“Kalau wadahnya terbenahi, cagar budayanya akan semakin terawat, dan masyarakat sekitarnya akan semakin mendapat manfaat,” kata Marsis.
Baca juga: BPCB Alami Kendala Pemugaran Candi Kedulan dan Candi Morangan
Marsis berharap, hal positif semacam ini ke depan bisa terus berlanjut. Tahun depan ia berencana bisa mengadakan acara tilik [menengok] bambu yang sudah berusia 1 tahun, lewat bentuk program acara yang berbeda.
Sementara itu Plt Panewu Pakem Sleman Tri Akhmeriyadi mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan semacam ini, karena sebagai upaya pelestarian lingkungan, tak hanya bentuk pelestarian cagar budaya. Harapannya aksi ini ke depan bisa menghasilkan nilai ekonomis bagi warga.
“Bung [bambu muda] dari bambu bisa menghasilkan nilai ekonomis, selain bambunya itu sendiri,” katanya. (den)
