SLEMAN, BERNAS.ID – Menyehatkan generasi bangsa menjadi alasan Susilastri (38) untuk bersedia menjadi vaksinator di masa pandemi Covid-19 ini. Ia sehari-hari bertugas di Puskesmas Godean 1 Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekitar 10 ribu orang sudah tervaksin dari kedua tangannya.
Bu Susi, sapaan akrabnya, mengatakan menjadi vaksinator Covid-19 sebenarnya tidak berbeda jauh dengan vaksinator pada imunisasi rutin. “Cuma bedanya untuk menjadi vaksinator Covid-19 ini harus ada sertifikat pelatihannya. Pelatihan dilaksanakan oleh Bapelkes Semarang melalui daring,” jelasnya, Selasa (20/7/2021).
Namun, Susi juga merasa khawatir akan rentan menularkan virus Covid-19 karena kesehariannya juga bertugas sebagai tenaga kesehatan rawat inap dan swabber (petugas swab untuk deteksi Covid-19). “Kadang takutnya saya malah yang menulari pasien karena selain vaksinator, saya juga bidan yang bekerja di rawat inap dan swabber juga,” tuturnya.
Ia pun hanya selalu memasrahkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa karena hanya niat ikhlas membantu masyarakat di masa Pandemi Covid-19 untuk membentuk kekebalan komunal. “Alhamdulillah hanya niat kita ikhlas saja ingin membantu menyehatkan bangsa. Terus berdoa saja semoga Allah selalu melindungi. Yang penting selalu menggunakan APD yang sesuai,” ujarnya.
Baca Juga : Menjadi Vaksinator karena Ingin Bantu Pemerintah Capai Herd Imunity
Satu hal yang tak pernah tertinggal, Susi tak akan pernah melupakan sarapan pagi karena ketika bertugas memvaksin memakai APD lengkap sehingga tidak akan ada kesempatan untuk makan dan minum. “Pada pagi hari harus sarapan dan minum madu. Soalnya ketika kita sudah mulai pelayanan vaksinasi karena menggunakan APD kita akan sulit untuk minum ataupun keluar dari ruangan,” bebernya.
Ia pun tak memungkiri ada warga yang takut untuk divaksin. Untuk yang takut, ia menyebut biasanya akan diberikan edukasi tentang vaksin dan manfaat dari vaksin. “Ada yang pernah sampai harus melihat temannya dulu ketika diberikan vaksin, baru yang bersangkutan bersedia divaksin,” katanya.
Meski rentan terpapar virus Covid-19, Susi mengucapkan syukurnya karena didukung penuh pihak keluarga. “Alhamdulillah keluarga, suami dan anak-anak sangat mendukung. Suami saya sendiri bertugas di Polri juga ikut dalam penanganan pandemi saat ini. Malah kalau hari libur saya ikut vaksinasi massal misal di mall, lalu suami dan anak-anak ikut mengantar dan menunggu di sana,” jelasnya.
Untuk suka dan duka saat menjadi vaksinator, Susi menyebut lebih banyak sukanya karena saat vaksinasi bisa bertemu dengan banyak sasaran dan berbagai karakter. Ia merasa bahagia ketika telah banyak sasaran yang mendapatkan vaksin agar segera terbentuk herd immunity (kekebalan komunal).
“Dukanya saat ini sasaran yang telah mendaftar online dan memilih Puskesmas Godean 1 ada lebih dari 10 ribu dan yang kami layani di dosis 1 baru 5 ribuan. Kami ada kendala untuk mengatur jadwal vaksinasi karena beberapa agenda akan berbenturan dengan pemberian dosis 2,” imbuhnya.
Seiring dengan vaksinasi yang semakin digencarkan, Susi berharap semoga pandemi Covid-19 dapat segera berlalu. “Jangan lupa masyarakat juga harus selalu patuh pada aturan menjalankan prokes supaya kasusnya tidak semakin bertambah banyak,” tutupnya. (jat)
