SLEMAN, BERNAS.ID – Ratusan warga dari Sleman dan wilayah Yogyakarta lainnya antusias mengikuti vaksinasi massal di kantor DPD PAN Sleman, Senin (26/7/2021). Vaksinasi massal bertujuan untuk mempercepat target kekebalan komunal 70 persen dari Pemerintah.
Raudi Akmal, Ketua DPD PAN Sleman mengatakan, vaksinasi massal terbuka untuk seluruh masyarakat Yogyakarta, vaksinasi massal menyasar warga dengan usia 12 tahun ke atas. “Vaksinasi massal ini tidak membeda-bedakan mana yang KTP Sleman. Semua masyarakat bisa ikut vaksinasi massal,” jelasnya.
“Ini langkah nyata kita untuk mendukung Pemerintah dalam mempercepat herd imunity atau kekebalan komunal. PAN bertekad untuk mempercepatnya dengan vaksinasi massal,” imbuhnya.
Baca Juga : 23 Hari Pelaksanaan PPKM, Pemerintah Melihat Tren Perbaikan
Raudi bercerita dari pendaftaran online yang dibuka 1 minggu yang lalu, kuota langsung penuh. Ia mengapresiasi respon masyarakat yang sangat baik karena langsung terdaftar 1.300 warga. “Semoga masyarakat lain akan semakin antusias untuk menjalani vaksinasi massal,” ujarnya.
Ia menyampaikan Kabupaten Sleman saat ini memiliki target 1 hari bisa melakukan vaksinasi kepada 7.000 orang. “Nanti dibagi-bagi tugas dan hari ini DPD PAN Sleman. Kita semuanya ikut bersinergi dalam pencapaian herd imunity di Kabupaten Sleman,” katanya.
“Kita baru mendapatkan informasi, Sleman mendapat kiriman 14 ribu dosis vaksin dari Provinsi. Kita ini sedang berdoa dan berikhtiar. Salah satunya dengan sudah disediakan vaksin, kita ikut mendorong masyarakat divaksin sehingga dampaknya akan berkurang dan penularan antara satu orang dengan yang lain bisa diminimalisir,” imbuhnya.
Untuk dosis kedua, Raudi mengatakan akan dilaksanakan setelah 28 hari dan untuk dosis akan ditambah.
Diandra Putri Anindita (15), warga Kamdanen turut serta dalam vaksinasi massal. Istimewanya, ia menjadi peserta vaksinasi massal dengan usia termuda. “Saya tadi berangkat dengan Ibu. Pas disuntik nggak sakit,” ucapnya.
Siswa kelas 3 SMP ini pun sudah tidak sabar untuk ikut vaksinasi massal yang kedua. “Ikut vaksin agar nggak kena virus. Saya tahu dari orangtua dan siaran televisi,” pungkasnya. (jat)
