YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Untuk mengurangi angka positivity rate, Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengakui jumlah testing dan tracing di wilayahnya cukup tinggi. Bahkan testing itu sendiri telah melebihi dari kapasitas laboratorium PCR yang hanya 6.000 dalam sehari.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan selain dengan PCR, testing juga dilakukan dengan tes antigen. “Jumlah testing kita kan rata-rata enam ribuan. Kalau enam ribu saja kita sudah mampu dengan PCR yang kita miliki karena kemampuan PCR kita sudah enam ribu lebih setelah kita tambah dengan beberapa alat, tapi kalau nanti hasil tracingnya itu mengharuskan lebih dari enam ribuan setengah, ya kita akan menggunakan antigen,” katanya, Rabu (4/8/2021).
Ditambahkan Baskara Aji, berdasarkan data hasil testing per 2 Agustus, hanya 3.302 orang yang dilakukan tes. “Jumlah itu berdasarkan hasil tracing. Jumlah testing sedikit karena hasil tracingnya juga sedikit, hal itu dikarenakan kita tidak ingin melakukan testing yang tidak prioritas,” tambahnya.
Baca Juga : Pemda DIY Kesulitan Kendalikan Kasus Covid-19 di Bantul, Sultan: Grafiknya Terlalu Berat
Baskara Aji juga mengklaim selama dua hari terakhir ini angka positivity rate di DIY menurun, meski demikian dia juga tidak menampik bahwa angka kematian di DIY masih cukup tinggi. Menurutnya kematian akibat covid-19 tersebut ada beberapa faktor penyebabnya.
“Kematian akibat covid-19 ada yang bersumber dari rumah sakit, dan yang kedua pasien yang menjalani isolasi mandiri dan meninggal di perjalanan ketika dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.
Untuk itu dia mendorong pasien yang melakukan isolasi mandiri bergejala ringan untuk menempati shelter terpusat yang dikelola Pemda DIY, Pemerintah Kabupaten/Kota, dan Pemerintah Kelurahan, serta shelter yang dikelola perguruan tinggi dan swasta untuk memudahkan pengawasan.
“Sebab di shelter terpusat ada tenaga medis yang mengawasi setiap keadaan pasien. Kalau nanti di isolasi di shelter terpusat itu memberat penyakitnya, maka shelter terpusat akan merekomendasikan mengirimkannya ke rumah sakit,” pungkasnya. (cdr)
