YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Meski PPKM diperpanjang kembali, terjadi kenaikan 40 persen permintaan emas di Yogyakarta. Kenaikan justru terjadi di penjualan online meskipun penjualan secara offline mengalami penurunan cukup drastis hampir 90 persen.
Area Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) Yogyakarta, Nugroho Agung Dewanto menyatakan jual beli emas dan logam tidak terpengaruh dengan PPKM. Berdasarkan pengamatannya, ada pertumbuhan sebesar 30 sampai 40 persen bisnis emas dan logam mulia di BSI. Salah satu faktor yang membuat pertumbuhan jual beli emas mengalami kenaikan karena keinginan para konsumen bisa dilayani secara online baik kredit emas ataupun gadai emas.
“Satu hari itu bisa mencapai angka 1 sampai 2 miliar. Angka yang cukup besar untuk terus meningkatkan bisnis kepemilikan investasi emas bagi warga Jogja,” tuturnya saat penandatanganan kerjasama BSI dan Toko Kranggan, Senin (17/8/2021).
Untuk itu, guna mengimbangi permintaan emas dari warga Jogja yang cukup besar maka BSI Yogyakarta menggandeng produsen emas lokal Toko Mas Kranggan. Hal tersebut bertujuan agar barang yang diminta konsumen selalu tersedia dengan harga yang lebih murah. Menurutnya, kerjasama itu sebuah bentuk keberpihakan terhadap pengusaha lokal.
Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Hari Ini, Jumat 7 Mei 2021. Siap-siap Buy!
Owner Toko Emas Kranggan, Vera Kurniawati mengatakan jual beli emas mengalami peningkatan karena saat ini banyak masyarakat yang menjual emasnya untuk dimanfaatkan di masa pandemi. “Di toko kita penjualan tetap tumbuh, PPKM pengaruhnya sedikit,” ujarnya.
Ia menyampaikan penjualan secara offline menurun drastis sampai 90 persen, namun bisnis emas di tokonya saat ini ditopang dengan penjualan secara online. Kranggan akan selalu siap menyediakan untuk menyediakan emas batangan bagi nasabah BSI. “Kalau dari BSI per hari bisa mencapai 5 kilogram,” ujarnya. (jat)
