YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Diskominfo DIY menyatakan, masyarakat DIY wajib mengunduh dua aplikasi untuk masuk ke sejumlah fasilitas umum termasuk destinasi wisata, yakni aplikasi PeduliLIndungi dan VisitingJogja. Kedua aplikasi tersebut tidak bisa diintegrasikan karena berbeda tujuan, namun keduanya sama-sama untuk menekan kasus COVID-19.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY, Rony Primanto Hari menjelaskan, aplikasi PeduliLindungi sebuah platform yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan yang akan digunakan sebagai platform dalam rangka membantu mengatasi penyebaran COVID-19.
“Dengan aplikasi tersebut dan berbagai macam informasi penanganan COVID-19 ada terkait vaksinasi dan sebagainya. Platform itu semcam super app seperti aplikasi lainnya Gojek atau Grab. PeduliLindungi ini super app, ada berbagai macam gabungan aplikasi,” kata Rony, Jumat (3/9/2021).
Karena aplikasi PeduliLindungi dikelola oleh Pemerintah Pusat, menurut Rony Pemda DIY tidak bisa memantau sudah berapa warga DIY yang mengunduh aplikasi tersebut. Tetapi dia memperkirakan sudah ada puluhan juta secara nasional yang mengunduh aplikasi itu sesuai dengan warga yang sudah menjalani vaksinasi dan yang memiliki gadget.
Baca juga: Berikut Cara Registrasi Penerima Vaksin Covid-19 Via WA
Aplikasi itu menurut Rony, juga digunakan secara nasional. Sementara aplikasi Visitingjogja merupakan sebuah platform yang dikelola Dinas Pariwisata DIY untuk bantu menginformasikan objek wisata di Jogja, seperti potensi wisata, kegiatan wisatanya seperti apa. Aplikasi itu juga bisa digunakan untuk memesan tiket dan tempat ketika akan mengunjungi destinasi wisata, misalnya ke Candi Prambanan atau objek wisata di Kaliurang dan sebagainya
Menurut Rony, memang ada keinginan dari Dinas Pariwisata DIY untuk bisa manfaatkan data dalam aplikasi PeduliLindungi supaya masyarakat tidak perlu mengunduh dua-duanya.
“Saya lihat tidak mungkin karena berbeda. PeduliLindungi akunnya bersifat pribadi, satu akun mendata satu orang. Kalau Visitingjogja bisa pesan untuk satu rombongan tidak hanya satu orang. Sebagai salah satu untuk membantu bisa, tapi diintegrasikan secara sistem sesuatu yang sulit karena beda platform beda tujuan tapi bisa saling bantu,” katanya.
Kondisi tersebut menurutnya sama halnya dengan aplikasi lainnya seperti tiket.com atau traveloka. Jadi masyarakat bisa memesan tiket atau memesan tempat di destinasi wisata, hotel, restoran, mal, atau kafe, atau mau naik pesawat terbang dan naik kereta api dan sebagainya. Tapi ketika akan naik atau masuk ke faslitas umum tersebut tetap harus memiliki aplikasi PeduliLindungi yang saat ini sedang digencarkan oleh Pemerintah Pusat untuk mengendalikan penyebaran COVID-19.
“Begitu juga ketika akan memesan tiket bisa lewat Visitingjogja, tapi masuknya harus menggunakan PeduliLindungi,” tegas Rony. (den)
