Bernas.id – Dayak merupakan nama penduduk asli di Pulau Borneo dimana hingga saat ini masih banyak penduduk yang mendiami pedalaman Kalimantan.
Perlu diketahui bahwa suku asli Dayak memiliki budaya maritim atau bahari. Nama Suku Dayak sering berkaitan dengan sungai. Hal ini disebabkan karena terdapat banyak sungai di pedalaman Kalimantan.
Baca juga: Keunikan Rumah Adat Sumatera Utara: Ciri Khas, Nilai Filosofis
Peningkatan wawasan tentang budaya nusantara adalah bukti kecintaan kepada warisan budaya. Untuk mengetahui informasi lebih banyak lagi mengenai Suku Dayak maka anda bisa menyimak artikel ini guna menambah informasi asli Indonesia ini.
Daftar Isi :
Rumpun Suku Dayak

Suku Dayak di Kalimantan mempunyai banyak rumpun. Adapun yang menjelaskan bahwa Suku Dayak mempunyai 6 rumpun, yaitu di antaranya :
- Rumpun Klemantan atau juga dikenal dengan Kalimantan
- Rumpun Iban
- Rumpun Apokayan diantaranya Dayak Kayan, Kenyah, dan juga Bahau
- Rumpun Murut
- Rumpun Dayak Ot Danum, Ngaju
- Rumpun Punan
Baca juga: Keunikan 5 Rumah Adat dari Provinsi Sulawesi Selatan, Tiap Suka Punya Jenis dan Nama Tersendiri
Arti Dayak
Banyak yang masih memperdebatkan arti kata dayak. Dayak mempunyai makna manusia namun ada juga yang mengatakan bahwa arti dari dayak ialah pedalaman.
Sedangkan menurut masyarakat Iban, istlah dayak mempunyai arti manusia. Sementara orang- orang Tanjung dan Benuaq mengartikan sebagai hulu sungai.
Baca juga: Mengetahui Lebih Dalam Kerajinan Tekstil dan Jenisnya
Asal-usul Dayak
Nama Suku Dayak dahulu kala disematkan oleh penjajah negeri atas penduduk pedalaman yang ada di Pulau Borneo dan menetap di Pulau Kalimantan. Kalimantan terdiri dari Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara dan juga Kalimantan Selatan. Sementara di Kalimantan terdapat 5 sampai 7 suku asli yaitu diataranya Melayu, Dayak, Paser, Kutai, Berau dan juga Tidung. Sedangkan menurut sensus Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia pada tahun 2010, suku Kalimantan terbagi menjadi tiga yaitu diantaranya, suku Banjar, suku Dayak Indonesia dan juga suku asal Kalimantan yang lainnya.
Orang Dayak merupakan penduduk asli di pulau Kalimantan. Ciri orang Dayak ialah mempunyai rumah yang panjang, sedangkan untuk untuk hasil budaya material ialah tembikar, sumpit, mandau, kapak Dayak atau beliung, mata pencaharian dan juga seni tari. Untuk kehidupan sehari- hari, orang Dayak berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Dayak yang termasuk klasifikasi bahasa Austronesia di Asia. Awalnya mereka mempunyai keyakinan tradisional yaitu Kaharingan, akan tetapi pada abad ke-19 banyak yang mulai masuk Islam dan ada juga yang memilih agama Kristen.
Baca juga: Rumah Joglo, Rumah Adat Jawa yang Memiliki Banyak Keunikan
Manik-manik Dayak
Suku Dayak Kenyah merupakan suku terbanyak. Suku ini mempunyai ciri khas dengan aksesoris sebagai perhiasan yang ada di tubuh mereka.
Suku Dayak umumnya mempunyai perhiasan yag berupa manik- manik yang terbuat dari batu alam. Pada zaman dahulu batu- batu manik ini dibentuk dengan tangan dengan tidak dibantu dengan bantuan mesin. Sehingga warnanya kusam apabila dibandingkan dengan manik- manik yang modern buatan pabrik. Tidak hanya itu, perbedaan yang liannya ialah dari berat bebatuan dan juga manik- manik tersebut.
Nah apabila anda ingin tahu terkait apakah manik- manik tersebut asli atau tidak maka anda bisa membuktikannya dengan membakarnya.
Umunya pria Dayak tidak tahu mengenai aksesoris batu selain perhiasan manik-manik. Pria Dayak umumnya menggunakan aksesoris dimana aksesoris tersebut berasal dari hewan perburuan mereka, yaitu antara lain, taring dan gigi beruang, serta taring babi.
Beberapa suku di Papua menjadikan taring babi sebagai aksesoris atau perhiasan dengan cara menusukkan taring babi tersebut di hidungnya. Sementara itu, taring dalam Suku Dayak dijadikan sebagai buah kalaung mereka.
Baca juga: Translate Bahasa Jawa: Tingkatan (Kromo) dan Struktur Penulisan
Tato Dayak
Tato Dayak merupakan ciri khas yang unik dalam Suku Dayak. Bagi masyarakat Dayak tato mempunyai arti yang sangat mendalam. Tato menjadi bagian dari tradisi, religi dan juga status sosial seseorang dalam bermasyarakat. Tidak hanya itu, tato juga bisa sebagai penghargaan suku pada kemampuan seseorang.
Dengan demikian, tato tentunya tidak bisa dibuat sembarangan. Dengan banyaknya tato, “ obor” maka akan semakin terang dan jalan untuk menuju alam keabadian semakin lapang.
Oleh karena itu, tato tidak bisa dibuat sebanyak- banyaknya apalagi dibuat secara sembarangan. Membuat tato tentunya harus dibuat dengan tetap mematuhi aturan- aturan adat yang berlaku.
Tato dibuat dengan menggunakan duri buah jeruk yang panjang ini berlaku baik itu tato pada laki- laki maupun pada perempuan. Namun dengan adanya perkembangan zaman maka tato dibuat dengan menggunakan beberapa jarum sekaligus.
Baca juga: Macam-Macam Rumah Adat dari Daerah-daerah di Indonesia
Desa Wisata Pampang
Apabila anda ingin melihat Suku Dayak maka anda bisa mengunjungi Desa Budaya Pampang. Desa Budaya Pampang ini berada di Di Desa Pampang, Kecamatan Samarinda Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Nah untuk perjalanan ke desa ini menuju Pusat Kota Samarinda ialah sekitar 23 kilometer. Perjalanan ini wajib melewati jalan poros Samarinda- Bontang.
Setelah itu maka akan terlihat papan nama yang berada di pintu masuk menuju kawasan Desa Dayak, meskipun demikian wisatawan masih harus menempuh jarak sekitar 1 kilometer menuju lokasi. Desa ini berada di dekat kawasan Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto. Untuk perjalanannya kurang lebih sekitar setengah jam apabila menggunakan mobil. Tidak hanya itu, wisatawan dapat menikmati tarian tradisional khas suku Dayak yang berada dalam rumah Adat Suku Dayak hal ini disebut dengan Lamin Adat Pamung Tawai.Rumah adat yang megah yang penuh dengan ukiran indah khas Dayak. Pada tahun 1991 Gubernur Kalimantan Timur telah meresmikan Desa Pampang menjadi desa budaya.
Suku Dayak mempunyai beragam ciri khas yang unik, sehingga banyak yang ingin berkunjung ke Suku Dayak untuk lebih mengenal berbagai budaya di Suku Dayak.
Baca juga: Hunian Asri dan Lokasi Strategis di Jogja, Angsuran hanya Rp2 jutaan
