SLEMAN, BERNAS.ID – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo sedang mengupayakan agar produk-produk UMKM bisa dipajang di toko-toko modern berjejaring di kawasan Sleman. Misalnya, produk UMKM di Moyudan bisa dipajang di toko-toko modern berjejaring di wilayah Moyudan, Sleman.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan, telah melakukan pertemuan dengan direktur Indomart dan meminta setiap Indomart di Sleman menyediakan tempat untuk memajang produk-produk UMKM.
“Kemarin saya meminta kalau setiap toko bisa ada tempat untuk produk UMKM. Alhamdulilah mendapat respon yang baik. Konsepnya, semisal toko di Moyudan, produk UMKM yang dipajang ya produk UMKM Moyudan,” tuturnya, Kamis (16/9/2021).
Baca Juga: Tiga Program Ini Akan Ungkit Daya Saing Produk UMKM Sleman
Menurut Kustini, keberadaan toko modern di Sleman bisa ditemukan hampir di setiap wilayah. Data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyebutkan, terdapat 460 toko modern.
Dari jumlah tersebut, belum semua toko yang mau mengakomodir produk-produk UMKM. Belum lagi di tengah kondisi pandemi seperti saat ini, praktis metode penjualan produk UMKM menjadi terbatas.
Untuk itu, Kustini mendorong toko modern bisa bekerjasama dengan pemerintah untuk memajukan daerah dan masyarakat. Apalagi di dalam Perda No.14 Tahun 2019 sudah disebutkan jelas bahwa toko modern harus mengakomodir produk UMKM.
“Toko modern di Sleman itu kan ada banyak. Bisa untuk memperluas promosi dan pemasaran produk UMKM kita. Jadi ini sekaligus saya ingatkan bahwa di perda kita sudah mengatur mengenai itu,” kata Kustini.
Kustini juga menegaskan bahwa produk UMKM yang dimasukkan dalam toko modern harus sesuai dengan standar. Pemkab Sleman akan tetap mengawasi sebagai upaya kendali kualitas dalam peningkatan mutu produk sehingga mampu berkelanjutan dan bersaing di pasaran.
Selanjutnya, Kustini meminta seluruh Panewu di Sleman untuk mulai mendata toko modern yang ada di wilayahnya masing-masing. Sekaligus mengecek apakah toko modern tersebut sudah mengakomodir produk-produk UMKM.
“Saya minta panewu untuk bisa aktif dalam hal ini. Lakukan pendataan dan monitoring toko modern yang ada. Kalau belum ada (produk umkm), lakukan koordinasi dengan pemilik usaha itu bagaimana caranya produk UMKM kita bisa masuk,” pungkas Kustini. (jat)
