JAKARTA, BERNAS.ID – Epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman mengatakan Indonesia saat ini tidak jauh berbeda dengan sejumlah negara ASEAN lain yang mengalami lonjakan kasus Covid-19. Indonesia juga rentan mengalami gelombang tiga Covid-19.
Dicky mengatakan kapasitas testing 3T yang akan membuka peluang kebangkitan kasus menjadi lebih besar. Ia mengakui sulit untuk memprediksi gelombang tiga terjadi, tapi di bulan Desember bisa terjadi karena adanya peningkatan mobilitas masyarakat yang libur. “Di tengah ada fenomena balas dendam kebebasan ini. Nah itu yang akan menyebabkan potensi lonjakan bahkan gelombang ketiga,” ujarnya, Minggu (26/9/2021).
Baca Juga: Epidemiolog Prediksi Indonesia Alami Gelombang Ketiga Paling Lambat Maret 2022
Ia menyarankan sebaiknya memperkuat level PPKM, sebab Norwegia saja bisa menahan pembatasan level satu hampir setengah tahun. Penantian Norwegia tersebut menjadi pelajaran penting untuk memastikan semua aspek telah terkondisi aman. “Ingat Norwegian baru level 1 melonggarkan dengan menunggu hampir setengah tahun,” ucapnya.
“Kita cenderung kalau ada kabar baik lebih banyak longgar ketika buruk menjadi ketat. Ini yang menjadi potensi kelemahan sehingga bisa mengalami situasi yang buruk lagi,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengingatkan adanya potensi gelombang ketiga Covid-19 karena mobilitas masyarakat yang meningkat seiring abainya protokol kesehatan.
Ia mengajak semua pihak perlu bersama-sama mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 dengan disiplin protokol kesehatan. Dari data Kementerian Kesehatan, ia juga menyampaikan data bahwa sejak 2 Agustus terdapat peningkatan mobilitas di wilayah Jawa-Bali secara signifikan di empat wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten.
“Peningkatan mobilitas saat ini sudah menyamai kondisi sebelum pandemi. Kita semua harus selalu waspada dan tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan,” tukasnya. (jat)
