GUNUNGKIDUL, BERNAS.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menjadi pengunjung pertama di Desa Wisata Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta, Senin (11/10/2021). Diketahui, Nglanggeran tutup selama pandemi Covid-19, kurang lebih hampir satu tahun setengah.
Sandiaga Uno yang juga selaku Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia bersama rombongan disambut oleh tarian reog khas Nglanggeran. Sandi tampak menikmati tarian reog yang dibawakan oleh warga Desa Nglanggeran yang rata-rata berprofesi sebagai petani itu. Hanya diwaktu senggang mereka ikut berkesenian dengan tampil di Desa Wisata.
Sandi yang mengenakan blangkon, diakhir tarian, turun untuk bersalaman dan mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa. Sandi pun secara spontan memberikan saweran kepada 15 orang penari tersebut.
Baca Juga: Menakjubkan! Indahnya Bias Matahari Terbenam di Embung Nglanggeran
Ia mengatakan kedatangannya diharapkan bisa menjadi bisa menjadi simbol kebangkitan ekonomi Indonesia, khususnya pariwisata. “Saya ucapkan terima kasih, dan saya juga mau bilang mohon bersabar karena sebentar lagi semua wisata akan dibuka sehingga ekonomi desa akan kembali normal,” ujarnya.
Usai itu, Mas Menteri yang memiliki hobi olahraga diajak untuk trecking Gunung Api Purba dengan menaiki 100 anak tangga dan melihat sejarah yang tersimpan didalamnya.
Mas Menteri lalu turun dan menuju ke area Embung Nglanggeran menggunakan PaJeRo (Panas Njebo Njero) yang merupakan alat transportasi wisata khas Nglanggeran sama seperti kendaraan yang ada di film berjudul 'Thilik', Ibu Tejo yang sempat viral tahun lalu.
Sandi menuturkan, kalau Desa Wisata Nglanggeran ini menjadi perwakilan Indonesia dalam ajang Internasional Best Tourism Village yang digelar Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO).Bahkan, sebelum menjadi nominasi ajang UNWTO, Desa Wisata Nglanggeran telah meraih banyak penghargaan baik nasional maupun internasional.
Salah satunya Nglanggeran terpilih menjadi desa wisata berkelanjutan terbaik dalam ajang yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf bersama 12 desa wisata yang lain di Indonesia. “Saya meminta Prof Azriel selaku dewan Juri Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) untuk membina dan mendukung Desa ini di UNWTO go internasional,” ungkapnya.
Desa Wisata Nglanggeran memiliki wisata edukasi berbasis wisata alam, budaya, dan edukasi dari kearifan lokal dan adanya Gunung Api Purba.
Desa Wisata Nglanggeran pernah dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik ASEAN tahun 2017 dengan konsep Community Based Tourism (CBT). (jat)
