SLEMAN, BERNAS.ID – Gebyar Batik Sleman, menjadi konsep inovatif untuk membantu para pengrajin batik bisa meningkatkan penjualannya di masa pandemi Covid-19. Ajang yang berlangsung dari akhir September-31 Desember 2021 menjadi media promosi sekaligus pemasaran sekaligus memperingati peringatan Hari Batik Nasional di Bulan Oktober.
Ketua Dekranasda Sleman, Sri Purnomo mengatakan, Gebyar Batik Sleman harus menjadi penanda kebangkitan ekonomi para pelaku usaha industri batik di seluruh Sleman. “Di dalam gelaran Gebyar Batik Sleman 2021 akan dipamerkan batik-batik pilihan dari Sleman, karya dari 32 perajin batik Sleman yang akan melengkapi motif batik khas Sleman Sinom Parijotho Salak,” tuturnya beberapa waktu yang lalu.
“Hasil karya para perajin batik Sleman tersebut dapat dinikmati di Gedung Dekranasda Kabupaten Sleman,” imbuhnya.
Baca Juga: Penjualan Batik DIY Bakal Didorong Platform Online Baru
Di gelaran Gebyar Batik Sleman, lanjut Sri, pengunjung akan mendapatkan diskon harga menarik dari hasil karya para pembatik di Gelar Karya Batik Sleman 2021 melalui Sleman Batik Great Sale 2021 dari tanggal 4 Oktober-31 Desember 2021.
Untuk rangkaian Gebyar Batik Sleman, Sri Purnomo mengatakan ada banyak kegiatan seperti (1) Kelas Menggambar: Sketsa Fashion Dasar (Batik); (2) Gerakan Sleman Batik Great Sale 2021 dari tanggal 4 Oktober 2021-31 Desember 2021; (3) Gelar Karya Batik Sleman digelar sejak 15 Oktober 2021-31 Desember 2021; (4) Gebyar Batik Foto Kontes (15 Oktober 2021-31 Desember 2021); dan lainnya.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan, Pemkab Sleman serius untuk menjaga, menciptakan dan melestarikan batik sebagai karya adiluhung bangsa ini. “Pemasaran melalui platform digital dapat mendorong produktivitas pelaku industri batik seperti dengan melakukan,” tuturnya.
Untuk itu, Kustini menyarankan para pelaku usaha industri batik di Kabupaten Sleman untuk terus berinovasi agar mampu menjangkau lebih banyak konsumen salah satunya melalui platform digital. “Saya harap peringatan Hari Batik Nasional tahun 2021 dapat menjadi salah satu momentum untuk mendorong kebangkitan ekonomi di wilayah Kabupaten Sleman pada masa pandemi COVID-19,“ pungkasnya. (jat)
