YOGYAKARTA, BERNAS.ID — Asosiasi pelaku pariwisata berpendapat, pengetatan protokol kesehatan lebih baik, daripada merubah atau memundurkan hari libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dengan begitu ekonomi dan kesehatan bisa maju berjalan beriringan.
“Itu kan kebijakan yang sudah sering dilakukan dan lucu [merubah hari libur]. Kesehatan dan ekonomi harus berjalan beriringan, lebih baik memperketat protokol kesehatan,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, Selasa (26/10/2021).
Ia menilai selama ini telah banyak kebijakan Pemerintah yang berubah-ubah dan serba mendadak. Dia melihat akan lebih baik edukasi dan memperketat prokes yang jadi perhatian, agar ekonomi bisa bergerak.
Beberapa waktu terakhir kondisi wisata memang mulai bergerak, tapi menurut dia dampak tersebut belum merata dirasakan merata. Ia mengatakan setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 pada weekend hotel bintang 3 keatas bisa mencapai okupansi 70% – 90%, namun untuk bintang 2 kebawah baru bisa mencapai 10% – 60%.
“Istilahnya kami belum baik-baik saja, cash flow belum baik. Jangan phobia tetapi waspadalah. Dulu dikatakan jika vaksin sudah 80%, akan lebih ditekankan prokes [kelonggaran untuk ekonomi bergerak]. Sekarang malah berubah-ubah lagi,” sambungnya.
Baca juga: PHRI DIY Harapkan Kebijakan yang Mampu Meringankan Beban
Wakil Ketua Bidang Pemasaran dan Komunikasi Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY, Fachri Herkusuma menilai tidak perlu diubah hari libur Nataru, wisatawan sudah sepi.
“Tidak perlu digeser wisatawan sudah sepi. Syarat untuk wisatawan itu kan sudah banyak sekali,” kata Fachri.
Ia mengatakan wisata yang mulai bergerak ini, seharusnya didukung Pemerintah. Bukan justru menambah kebijakan yang semakin memberatkan para wisatawan.
“Jangan memberatkan yang sudah berat. Liburan itu waktunya memanen juga,” sambungnya.
Senada dengan Deddy, Fachri berpendapat lebih baik untuk memperhatikan prokes yang ada, tanpa perlu melarang wisatawan untuk datang.
“Kami juga sudah menerapkan prokes dengan ketat, vaksinasi juga,” tandasnya. (den)
