JAKARTA, BERNAS.ID – Dilaporkan tren kenaikan kasus positif Covid-19 mulai melonjak di beberapa negara. Ini menjadi sinyal bagi dunia, termasuk Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan di pintu-pintu masuk negara, baik darat, laut maupun udara terutama saat menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.
Pemerintah mempelajari kenaikan kasus yang signifikan pasca libur panjang. Dikarenakan saat momen tersebut terjadi, mobilitas dan interaksi yang tinggi antar masyarakat.
Guna menekan penularan kasus yang kian meluas. Mulai tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022, pemerintah mulai memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di seluruh Indonesia.
Baca Juga : Kemenkes Sebut Varian Botswana Belum Masuk Indonesia
“Semua kejadian kasus di negara-negara luar negeri ini kita pelajari dan awasi dengan ketat, dan kita laporkan ke Bapak Presiden. Kami juga mengamati situasi pandemi di seluruh kabupaten/kota di Indonesia, semuanya masih baik jadi kita tidak perlu khawatir tetapi kita memonitor yang memiliki potensi kenaikan,” ungkap Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam Konferensi Pers Evaluasi PPKM, Jumat (26/11/2021).
Dari hasil pengamatan, dilaporkan total ada 19 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan kasus dengan lama waktu yang berbeda-beda.
Dua daerah tersebut adalah Fak-Fak dan Purbalingga dalam kurun waktu 4 minggu berturut-turut ada kenaikan kasus terkonfirmasi.
Baca Juga : Sultan Minta Akhir Tahun Vaksinasi Dosis Satu dan Dua Selesai
Selanjutnya, ada Lampung Utara yang sudah naik 3 minggu berturut-turut, dan 16 kota yang dua minggu naik. Meskipun presentasenya kecil, monitoring terus dilakukan agar tidak terjadi ledakan kasus.
“Walaupun jumlahnya masih kecil, positivity rate dan BOR rumah sakit masih rendah, tapi kita mengikuti daerah-daerah ini agar jangan sampai kita terlambat kalau ada kenaikan,” terangnya.
Menurut Budi, adanya kenaikan ini, salah satunya dipicu dengan menurunnya kemampuan testing dan tracing terhadap kontak erat kasus terkonfirmasi, serta berkurangnya kesadaran masyarakat menerapkan prokes 5M.
“Kita juga memperhatikan mengenai kota-kota tersebut apa yang harus diperbaiki, yaitu tracing dan testingnya. Testing harus dilakukan terhadap orang-orang kontak erat hasil dari tracing. Kami melihat kota-kota yang ada kenaikan, disiplin untuk tracing dan testingnya sangat rendah,” tuturnya.
Merespon hal ini, Budi meminta kepala daerah agar memperkuat 3T, menegakkan protokol kesehatan 5M dan menggenjot cakupan vaksinasi terutama pada kelompok-kelompok yang rentan terpapar Covid-19.
Terkait dengan vaksinasi, per tanggal 26 November 2021 pemerintah telah menyuntikkan 231,8 juta dosis vaksin Covid-19 dengan rincian 137,5 juta orang menerima dosis pertama. Sebanyak 93,1 juta orang telah mendapatkan dosis kedua dan 1,2 juta tenaga kesehatan (nakes) sudah menerima vaksin dosis ketiga (booster).
Dalam 3 minggu terakhir, laju vaksinasi mengalami penurunan. Hal ini salah satunya, disebabkan adanya ketakutan masyarakat dalam menggunakan vaksin yang tersedia, terutama vaksin dengan platform mRNA.
Budi meminta masyarakat untuk segera vaksinasi Covid-19 dan tidak perlu ragu dengan vaksin yang ada. Tidak perlu memilih merk vaksin, gunakan vaksin yang tersedia terlebih dulu saat ini. Pemerintah menjamin vaksin yang diberikan kepada masyarakat itu aman, bermutu, dan berkhasiat.
“Tidak usah khawatir vaksin ini terbukti aman, jangan sampai apa yang terjadi di Eropa terjadi di Indonesia,” tukasnya. (cdr)
