YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bekerjasama dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menyelenggarakan sosialisasi 4 Pilar kepada berbagai elemen masyarakat. 4 pilar yang dimaksud yaitu Pancasila, UUD'45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
Sebagai narasumber 4 pilar, yaitu Haji Achmad Baidowi, SSos, MSi selaku anggota MPR RI, anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan.
Baca Juga Nadiem: Kesaktian Pancasila, Refleksi Wujudkan Indonesia Tangguh
Alouvi Radya Mustofa, Ketua GMPI DIY mengatakan sosialisasi 4 Pilar bertujuan untuk meningkatkan persatuan pemuda guna menjadi tonggak pembangunan. “Generasi muda yang hebat, inovatif, dan kreatif berguna bagi bangsa dan negara, khusus Yogyakarta yang istimewa,” tuturnya di DPW PPP DIY, Rabu (8/12/2021).
Lanjut tambahnya, elemen masyarakat tersebut berasal dari komunitas tukang becak Yogyakarta, komunitas PKL Badran, Karang Taruna Kota Yogyakarta dan Sleman, komunitas UMKM, serta mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai kampus Yogyakarta. “Sosialisasi 4 Pilar wujud GMPI peduli kepada warga Yogyakarta,” ucapnya.
Baca Juga Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Puan Baca Ikrar
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, sosialisasi 4 Pilar bagi generasi muda sangat penting agar terus berkumandang sejarah terbentuknya negara ini. “Di tengah arus informasi melalui internet, tentu menjadi relevan untuk mengaktualkan Pancasila,” katanya.
“Mungkin generasi muda banyak yang tidak mengerti sejarah terbentuknya negara ini, sehingga harapannya mereka memahami kesepakatan final yang sudah dicapai para pendiri bangsa,” imbuhnya.
Lanjut tambahnya, 4 Pilar bisa menjadi referensi bisa setiap kegiatan agar menjadi roh. Sebab, kesepakatan puncak 4 Pilar membentuk bangsa negara sampai sekarang sudah final karena saat ini masih ada yang mencoba mengoyak kotak yang sudah dikunci.
Haji Achmad Baidowi mengatakan, sosialisasi 4 Pilar ini untuk menyegarkan kembali tentang 4 Pilar kepada generasi muda di Yogyakarta agar bisa memberikan semangat. “Harapannya memahami arti dari konsensus sejarah yang sudah tidak bisa diperdebatkan lagi,” katanya.
Muhammad Jazid, Ketua DPW PPP DIY mengatakan sejarah negara ini harus tetap tegak lurus seperti dahulu karena sekarang banyak sekali pihak yang akan membelokkan sejarah karena mempunyai kepentingan kelompok dan politik. “Munculnya Pancasila telah melalui kompromi yang sangat luar biasa dari tokoh-tokoh Islam. Sebelumnya Kemerdekaan, Bung Tomo memekikan Allahu Akbar sebagai bentuk semangat dari umat Islam ingin bebas dari penjajah,” katanya.
Untuk itu, lanjut Jazid, sosialisasi 4 Pilar menjadi momentum yang baik untuk membangun generasi muda apalagi sekarang ini era digital. “Mari kita bina generasi muda kita,” tukasnya.
Tampak hadir Pengasuh Ponpes Al Ikhlas, KH Abdulloh Khadiq Fauzan dan Wakil Ketua Kadin DIY, Wawan Hermawan. (jat)
