YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Yogyakarta melaksanakan kegiatan customer gathering untuk mendekatkan pelayanannya dengan konsumennya. Tujuan kegiatan tersebut sebagai salah satu sumber usulan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik.
Kepala BPOM di Yogyakarta, Dewi Prawitasari mengatakan, kegiatan tersebut nantinya akan meningkatkan pemberdayaan dan pemahaman masyarakat soal obat dan makanan sehingga menjadi warga yang cerdas dalam memilih produk yang aman untuk dikonsumsi.
“Kita juga bekerja sama dengan Pemda serta lintas sektor terkait untuk mewujudkan obat dan makanan di DIY sehingga sebagai produsen bisa memproduksi produk yang bermutu dan sebagai konsumen bisa mengkonsumsi obat dan makan yang bermutu,” tuturnya, Jumat (4/2/2022).
“Sejumlah kerjasama juga dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk aktif, dan senantiasa kritis dalam memilih obat dan makanan yang aman, bermanfaat, dan bermutu,” imbuhnya.
Baca Juga BPOM Resmi Tetapkan Sinopharm Jadi Vaksin Booster
Agar semakin banyak masyakat teredukasi, Dewi mengatakan pihaknya melakukan banyak perjanjian kerjasama dengan ibu-ibu PKK, ormas, dan KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah), serta dinas pemerintah. “Mereka punya potensi yang sangat besar untuk memberdayakan anggotanya di dalam edukasi dan pemahaman soal pangan. Kita juga akan membentuk kader atau fasilitator dari ormas agar kinerja bisa maksimal,” katanya.
Dengan KPID, Dewi berharap nantinya berita-berita bohong atau tidak benar bisa disaring dan kalau ada masyarakat atau pelaku usaha akan beriklan produk bisa diajak untuk berpartisipasi agar iklannya memenuhi ketentuan BPOM. “Tidak boleh iklan itu berlebihan dalam mengklaim obat dan makanan tertentu yang tidak sesuai dengan yang ditetapkan BPOM,” ucapnya.
Baca Juga Ini Alasan BPOM Anjurkan Booster COVID-19
Sebagai wujud komitmen, BPOM telah melakukan penandatanganan kerjasama dengan Pimpinan/Ketua Organisasi Kemasyarakatan (Salimah, Fatayat NU,.Muslimat, Nasyiyatul Aisyiyah, PKK), Ketua KPID DIY, Direktur Pemberdayaan Kepada Masyarakat UGM, dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Kota Yogyakarta.
“Kerja sama ini diperlukan dalam rangka membangun koordinasi yang sinergis, untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembinaan dan pengawasan obat dan makanan,” tutupnya. (jat)