JAKARTA, BERNAS.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperluas akses telemedicine se Jawa-Bali seiring lonjakan kasus Covid-19. Sebelumnya, layanan telemedicine hanya berfokus pada wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, meyakini dengan perluasan akses layanan telemedicine akan mencukupi kebutuhan vitamin dan obat bagi pasien terpapar virus corona (Covid-19) ketika isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing.
“Mulai minggu ini kita perluas ke Bandung raya, Semarang raya, Solo Raya, Daerah Istimewa Yogyakarta, Malang raya dan Denpasar,” kata Budi, Senin (7/2/2022).
Baca Juga 5 Obat Covid-19 Dicoret Kemenkes karena Tak Manjur
Ia pun mengingatkan untuk masyarakat yang terpapar Covid-19 dengan gejala ringan dan tanpa gejala (OTG), lebih baik menjalani isoman di rumah ataupun di tempat isolasi terpusat (isoter) agar tidak menjadi beban rumah sakit rujukan Covid-19.
Lanjut tambahnya, dari belasan ribu pasien yang dirawat saat ini, mayoritas adalah mereka yang memiliki gejala ringan dan OTG. Menurutnya, hal itu terjadi lantaran karakteristik varian Omicron tidak mengakibatkan perburukan gejala, meski tingkat penularannya lebih tinggi dibandingkan varian lainnya.
“Jadi sebenarnya ke depannya kalau kita lebih efisien dengan cara OTG dan ringan bisa isoman atau isoter, sebenarnya keterisian rumah sakit kita masih sangat rendah,” katanya.
Baca Juga Kemenkes Sebut Lonjakan Kematian Covid-19 Dipicu Komorbid Tak Terkontrol
Adapun layanan telemedicine tersebut dapat diakses melalui laman Isoman Kemenkes. Saat ini Kemenkes telah bekerja sama dengan 17 platform telemedicine di Indonesia.
Di antaranya yakni Aido Health, Alodokter, GetWell , Good Doctor, Halodoc, Homecare24, KlikDokter, KlinikGo, Lekasehat, LinkSehat, Mdoc, Milvik Dokter , ProSehat, SehatQ, Trustmedis, Vascular Indonesia, YesDok.
Apabila hasil pemeriksaan warga tersebut positif dan laboratorium penyedia layanan tes Covid-19 telah melaporkan data hasil pemeriksaan ke database NAR. Maka selanjutnya pasien akan menerima pesan Whatsapp dari Kemenkes RI (dengan centang hijau) secara otomatis.
Namun, apabila tidak mendapatkan WA pemberitahuan, pasien bisa memeriksa NIK secara mandiri melalui situs Isoman Kemenkes. Pasien juga dapat berkonsultasi dengan dokter melalui layanan tersebut.
Selesai konsultasi, dokter akan memberikan resep digital sesuai kondisi pasien dan resep dapat ditebus melalui laman pesan obat isoman Kemenkes. Apabila pasien membutuhkan obat di luar paket tersebut, maka akan ditebus dan dibayarkan di luar layanan telemedicine isoman alias mandiri.
Adapun paket obat gratis yang akan didapatkan pasien berupa Paket A untuk pasien tanpa gejala, terdiri dari multivitamin C, B, E, dan Zinc 10 tablet, serta Paket B untuk pasien bergejala ringan terdiri dari multivitamin C, B, E, dan Zinc 10 tablet, Favipiravir 200mg 40 kapsul, atau Molnupiravir 200 mg – 40 tab dan parasetamol tablet 500mg jika dibutuhkan. (jat)
