BERNAS. ID – Edouard Mendy boleh saja merebut posisi kiper utama di Chelsea. Namun, peran Kepa Arrizabalaga tak boleh dilupakan begitu saja. Posisi Kepa Arrizabalaga memang tergusur sejak kedatangan Mendy pada tahun 2020 lalu.
Kiper termahal dunia itu kini menjadi pilihan kedua di skuad The Blues. Tetapi hal tersebut sepertinya bukan menjadi masalah berarti bagi kiper asal Spanyol itu. Pasalnya, Kepa selalu menjadi senjata rahasia pelatih Chelsea Thomas Tuchel, jika Chelsea bermain lewat perpanjangan waktu babak extra time. Kepa sering kali menjadi kiper yang mengejutkan dan beberapa kali tampil sebagai penyelamat The Blues di banyak laga krusial lewat adu penalti.
Baca juga: Thiago Silva, Karir Bek Berpengalaman Chelsea yang Sempat Mengidap TBC
Di Piala Super Eropa misalnya, ia sukses menepis 2 eksekutor Villarreal yakni Aissa Mandi dan Raul Albiol dan menjadi aktor atas kemenangan The Blues 7-6 untuk menyegel gelar juara. Kemudian aksi gemilangnya terulang di babak ketiga Carabao Cup, ketika ia menepis eksekusi Marvelous Nakamba dan membawa The Blues menang 4-3 di babak selanjutnya. Hingga yang terbaru, tentu saja aksi gemilangnya pada laga menghadapi Plymouth di ajang FA Cup, yang membawa Chelsea menang 2-1 di babak perpanjangan waktu.
Lantas bagaimana sepak terjang dan perjalanan karir seorang Kepa Arrizabalaga sampai bisa menjadi kiper termahal saat ini? Simak ulasannya berikut ini.
Daftar Isi :
- Tentang Kepa Arrizabalaga
- Meniti Karir di Akademi Athletic Bilbao
- Menjalani Masa Peminjaman di Divisi Dua
- Karirnya Meroket di Era Ernesto Valverde
- Jadi Kiper Termahal Dunia
- Performanya Menurun
Tentang Kepa Arrizabalaga
Nama Lengkap : Kepa Arrizabalaga Revuelta
Tempat Lahir : Ondarroa, Spanyol
Tanggal Lahir : 3 Oktober 1994
Nama Pasangan : Andrea Perez
Kebangsaan : Spanyol
Agama : Kristen
Klub Saat Ini: Chelsea
Nomor Punggung dan Posisi Bermain : – 1 Kiper
Tinggi Badan : 188 cm
Instagram: @kepaarrizabalaga
Baca juga: Antonio Rudiger, Karir Sepak Bola Bek Tangguh yang Moncer di Chelsea
Meniti Karir di Akademi Athletic Bilbao
Kepa Arrizabalaga lahir di Kota Ondarroa, sebuah kota di bagian tepi laut Basque, Spanyol pada 3 Oktober 1994 silam. Pemain dengan nama lengkap Kepa Arrizabalaga Revuelta itu mengawali karir sepak bola dengan bergabung dengan akademi Athletic Bilbao kala usianya masih sembilan tahun.
Karirnya sebagai kiper awalnya sempat diragukan. Pasalnya Kepa kecil saat itu memiliki tubuh yang lebih pendek ketimbang para penjaga gawang pada seusianya. Namun perlahan keterampilan yang ia miliki mampu ditujukan kepada pelatih Athletic Bilbao.
Kemampuan membaca arah bola dan refleknya yang cepat, ditambah kepekaannya dalam mengantisipasi tembakan lawan, membuat pelatih tim muda Athletic Bilbao akhirnya memberikan kepercayaan masuk ke skuad utama Los Leones.
Meski ditarik ke skuad utama Athletic Bilbao, musim pertamanya Kepa tak banyak berkontribusi. Akhirnya guna untuk menambah pengalaman dan jam terbang, Kepa menjalani masa peminjaman.
Baca juga: Ben Chilwell, Bek Sayap Kiri Andalan Chelsea yang Lincah
Menjalani Masa Peminjaman di Divisi Dua
Adapun pada musim 2014/ 15 Kepa menjalani masa peminjaman di dua klub Divisi Dua Liga Spanyol, yaitu Ponferradina dan Valladolid. Akhirnya jalan Kepa Arrizabalaga terbuka saat musim 2015/ 16 dia kemudian kembali masuk mengisi skuad utama tim Athletic Bilbao. Seperti lazimnya pemain orbitan, pelatih Athletic Bilbao saat itu, Marcelo Bielsa hanya menjadikannya penjaga gawang ketiga.
Berkah pergantian pelatih di kubu Los Leones membawanya pada sosok pelatih Ernesto Valverde. Pelatih asal Spanyol itu punya jasa dalam karir sepak bola seorang Kepa Arrizabalaga.
Bagaimana tidak, di era Valverde, kenapa diberi kepercayaan penuh tampil sebagai penjaga gawang utama Athletic Bilbao untuk mengarungi kompetisi musim 2016/ 17. Menurut Valverde, Kepa muda memiliki kemampuan lebih dan cukup potensial menjadikannya sosok kiper hebat di masa depan.
Baca juga: Cesar Azpilicueta, Karir Kapten Chelsea yang Sempat Diremehkan
Karirnya Meroket di Era Ernesto Valverde
Benar saja, tahun ke tahun penampilan Kepa terus berkembang pesat, meski sepeninggalan Valverde yang diangkat ke skuad Barcelona. Kepa Arrizabalaga tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Athletic Bilbao, bahkan kemampuannya cukup konsisten di bawah mistar.
Prediksi Valverde soal karir cemerlang Kepa juga terbukti benar, terlebih soal refleksnya. Secara statistik, musim itu Kepa mampu menggagalkan 64 tendangan dari dalam kotak penalti.
Tak hanya jago dalam penyelamatan di kotak penalti, Kepa juga kerap dianggap sebagai penjaga gawang yang piawai soal urusan merancang serangan balik cepat. Kepa tercatat sukses menciptakan 368 umpan panjang dengan persentase akurasi yang cukup baik di antara kiper kiper La Liga Spanyol lainnya.
Kemampuan Kepa Arrizabalaga itu rupanya sudah menarik minat pelatih Chelsea, Maurizio Sarri. Kala itu, Sarri menganggap Kepa sebagai penjaga gawang muda yang sangat potensial pengganti Petr Cech.
Tercatat Kepa telah tampil sebanyak 54 penampilan dengan catatan 15 kali clean sheet, sebelum akhirnya pada Agustus 2018 ia resmi menerima tawaran untuk pindah ke klub London, Chelsea.
Baca juga: Trevoh Chalobah, Bek Muda Akademi Chelsea yang Kini Naik Daun
Jadi Kiper Termahal Dunia
Nilai transfer Kepa ke Chelsea kala itu cukup menggemparkan bursa transfer musim panas. Tak tanggung-tanggung, kubu The Blues berani menggelontorkan mahar sebesar 80 juta poundsterling atau sekitar Rp 1,43 triliun demi memboyong Kepa ke Stamford Bridge.
Gelontoran dana 80 juta euro saat itu membuatnya menjadikannya berlabel kiper termahal di dunia hingga saat ini. adapun sebelumnya rekor tersebut dipegang oleh kiper Liverpool, Alisson Becker yang pindah dari AS Roma.
Penampilan Kepa di awal musim bersama The Blues dibuka dengan cukup baik. Di musim pertamanya, Kepa sukses membuat 54 penampilan dan sukses membawa Chelsea menjuarai Piala Liga lewat babak adu penalti melawan Manchester City. Di musim yang sama, Kepa juga berperan penting membawa Chelsea menjadi juara Liga Europa usai mengalahkan Arsenal di final.
Baca juga: Christian Pulisic, Si Captain America dari Chelsea
Performa Kepa Arrizabalaga Menurun
Musim kedua Kepa masih berjalan dengan baik, meski dia gagal membawa Chelsea jadi juara Piala FA. Kepa tampil sebanyak 41 kali di semua kompetisi dengan mencatatkan 10 clean sheet di musim 2019/20.
Penampilan Kepa mulai tak konsisten di musim 2020/21 membuatnya mulai kehilangan tempat, terlebih setelah Chelsea juga mendatangkan Edouard Mendy dari Stade Rennais.
Pemain yang kini berusia 26 tahun itu lebih sering jadi penghangat bangku cadangan, termasuk saat Chelsea mengalahkan Manchester City di final Liga Champions 2020/21. Di paruh musim ini, Kepa Arrizabalaga baru tampil 13 kali di semua kompetisi.
Baca juga: Romelu Lukaku, Prestasi dan Perjalanan Karir Sang Bomber Chelsea
