JAKARTA, BERNAS.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan agar proses pembangunan infrastruktur dan perizinan usaha mempertimbangkan berbagai potensi risiko bencana. Ia tidak ingin proyek pembangunan justru menimbulkan bencana.
Mantan Gubernur Jakarta ini mengatakan pengeluaran izin-izin usaha harus mempertimbangkan risiko bencana. “Pembangunan infrastruktur harus mengurangi risiko bencana, bukan menambah risiko bencana,” tutur Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana 2022, Rabu (23/2/2022).
Baca Juga Jokowi Juluki IKN yang Baru dengan 10 Minutes City
Jokowi juga mengkritik sejumlah pihak yang sering lupa memperhatikan risiko bencana ketika membangun. Untuk itu, ia meminta BNPB untuk aktif mengajak aparat pemerintah pusat maupun daerah agar semua program pembangunan harus berorientasi pada tanggung bencana. “Pengarusutamaan kebijakan tangguh bencana harus terus diutamakan,” kata Jokowi.
Selain itu, Jokowi juga meminta kepada BNPB untuk lebih berorientasi pada pencegahan bencana. Ia menyebut beberapa jenis bencana dapat dicegah dan dikurangi dampaknya seperti banjir dan tanah longsor.
Baca Juga Presiden Jokowi Komitmen Kurangi Sampah Plastik Sampai 70 Persen
Mantan Walikota Solo ini juga meminta kepada BNPB dan Pemda untuk menggalakkan penanaman vegetasi di daerah rawan longsor dan banjir. Ia mencontohkan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi hingga NTB perlu digalakkan penanaman vegetasi untuk mencegah bencana longsor dan banjir.
“Agar penanaman vetiver lebih digalakkan. Pelestarian lingkungan, bendungan pendalaman sungai dan saluran air dan lainnya. Ini harus dilakukan secara sinergis antara BNPB dengan kementerian lembaga terkait termasuk Pemda dan masyarakat,” tukasnya. (jat)
