BERNAS.ID – Heboh penangkapan tersangka penipuan judi online berkedok binary option melalui aplikasi Binomo, Indra Kenz. Aset-asetnya pun disita polisi dengan total Rp43,5 miliar dari perkiraan Rp57,2 miliar.
Sejumlah aset yang telah disita antara lain mobil Ferrari, Tesla, rumah mewah, dan bisnis-bisnis milik pria bernama asli Indra Kesuma itu. Bicara soal asetnya, salah satu yang menarik adalah Tesla.
Tesla Model 3 tersebut bernilai sekitar Rp1,5 miliar. Harganya yang fantastis membuat mobil ini dibeli sebagai kebanggaan para pemiliknya. Mobil ini diproduksi oleh Tesla, Inc, yang mengedepankan kendaraan listrik.
Penjualan Tesla selama tahun lalu mengalami kenaikan hingga 87% dibandingkan 2020. Total, ada 936.000 unit mobil Tesla yang terjual di seluruh dunia. Bahkan harga sahamnya meningkat 52% pada 2021.
Mengutip CNBC, nilai pasar Tesla juga lebih besar dibandingkan gabungan dari 13 produsen mobil terbesar. Tesla juga termasuk salah satu dari perusahaan yang bernilai lebih dari 1 triliun dolar AS.
Baca Juga: Lika-liku Perjalanan TikTok, Pernah Dilarang hingga Miliki Pengguna Lebih dari 1 Miliar
Tesla dipimpin oleh Elon Musk, yang menjabat sebagai CEO sejak 2008. Musk sendiri merupakan orang terkaya di dunia menurut Bloomberg Billionaires Index. Kekayaannya tercatat mencapai 216 miliar dolar AS.
Lalu, bagaimana kisah kesuksesan Tesla? Berikut selengkapnya.
Sejarah Tesla
Melansir dari Encyclopædia Britannica, Tesla awalnya lahir dengan nama Tesla Motors. Nama tersebut bertahan hingga 2017 hingga akhirnya berubah menjadi Tesla, Inc.
Tesla didirikan oleh pengusaha asal Amerika Serikat Martin Eberhard dan Marc Tarpenning. Nama Tesla diambil dari nama seorang penemu dan fisikawan yakni Nikola Tesla.
Menurut Investopedia, motivasi Eberhard dan Tarpenning mendirikan Tesla adalah untuk membuktikan bahwa kendaraan listrik itu lebih baik, lebih cepat, dan lebih menyenangkan untuk dikendarai dibandingkan dengan mobil berbahan bakar bensin.
Semuanya diawali pada 1990 ketika keduanya bertemu dan menjadi teman baik. Mereka punya keinginan untuk merintis perusahaan hingga akhirnya lahirlah beberapa usaha termasuk NuvoMedia, yang merilis Rocket eBook pada 1998.
Setelah bercerai, Eberhard memutuskan untuk membeli sports car. Kemudian, dia melihat peluang besar pada industri mobil listrik setelah berinvestasi di AC Propulsion. Disebutkan pula, keduanya terinspirasi membuat mobil listrik karena General Motors menghentikan program EV1 dan menghancurkan semua mobil listriknya.
Keduanya pun bertemu dengan Elon Musk pada sebuah acara untuk anggota Mars Society, sebuah organisasi nonprofit yang memimpin gerakan di seluruh dunia. Dari situ, mereka menjadi akrab karena juga sama-sama menyukai eksplorasi ruang angkasa.
Bahkan saat itu, Musk belum memulai perusahaan roketnya, SpaceX. Meski demikian, Musk telah memiliki perusahaan rintisan atau startup yakni sistem pembayaran online, PayPal, yang didirikan bersama Peter Thiel dan Max Levchin.
Baca Juga: Inilah Teknologi dan Fitur Autopilot yang Ada pada Mobil Listrik Tesla
Pada 1 Juli 2003, Tesla Motors didirikan, Eberhard menjadi CEO dan Tarpenning bertindak sebagai CFO. Melansir CNN, Musk baru masuk ke Tesla pada 2004 dengan menginvestasikan uangnya senilai 6,35 juta dolar AS dan menduduki posisi sebagai chairman.
Sebenarnya masih ada salah satu co-founder Tesla yakni JB Straubel, yang merupakan Chief Technology Officer perusahaan tersebut hingga 2019. Satu orang lagi yakni Ian Wright, namun meninggalkan Tesla pada 2004 untuk mendirikan perusahaan powertrain kendaraan listrik.
Meski kini menjadi perusahaan yang sangat bernilai, kesuksesan Tesla tidak diraih dengan mulus.
Era Elon Musk
Pada 2008, Tesla merilis mobil listrik pertamanya, Roadster. Dalam berbagai uji yang dilakukan, kendaraan itu dapat menempuh perjalanan hingga 394 km dalam sekali pengisian daya.
Kala itu, belum ada mobil listrik yang mencapai angka tersebut. Ini menunjukkan mobil produksi Tesla sebanding dengan sports car bertenaga bensin. Roadster bahkan dapat berakselerasi dari kecepatan 0 km/jam ke 96 km/jam hanya dalam waktu kurang dari empat detik.
Kecepatan tertingginya tercatat 200 km/jam. Bodi mobil ini termasuk ringan karena terbuat dari serat karbon. Roadster juga tidak menghasilkan emisi dari knalpot karena tidak menggunakan pembakaran internal.
Mobil tersebut ditenagai oleh lithium-ion yang kerap digunakan pada baterai laptop, yang dapat diisi ulang dari stop kontak standar. Harganya yang fantastis mencapai 109.000 dolar AS ketika itu ditambah pajak sebesar 7.500 dolar AS, membuat mobil ini menjadi barang mewah.
Meski telah meluncurkan produk pertamanya, ternyata diketahui Eberhard telah mengundurkan diri sebagai CEO pada 2007. Ia memilih bergabung dengan dewan penasihat perusahaan tersebut.
Sementara itu, Tarpenning juga mengundurkan diri dari Tesla Motors pada 2008 sehingga Musk akhirnya mengambilalih posisi CEO. Dalam wawancara dengan CNBC pada 2021, Tarppening menjadi mentor dan investor bagi kaum muda yang ingin mendirikan startup.
Elon Musk segera saja menjadi wajah dari Tesla, bahkan sering dikira sebagai pendiri perusahaan Tesla. Sebagai informasi, pria keturunan Kanada-AS itu dilahirkan di Afrika Selatan. Ia memperoleh dua gelar sarjana sekaligus atau double degree di bidang fisika dan ekonomi University of Pennsylvania.
Di bawah kepemimpinan Musk, Tesla melantai di bursa saham Nasdaq dengan harga 7 dolar AS per lembar. IPO perusahaan tersebut berhasil mengumpulkan dana senilai 225 juta dolar AS.
Sehari setelahnya, tepatnya pada 30 Juni 2010, Toyota Motors menyuntukan modal senilai 50 juta dolar AS dalam joint venture dengan Tesla untuk mengembangkan mobil listrik dan suku cadang.
Baca Juga: Intip Spesifikasi Lengkap Tesla Roadster Terbaru yang Rilis 2023
Tesla menghentikan produksi Roadster untuk fokus pada sedan Model S yang diproduksi di sebuah pabrik di Fremont, California. Mobil ini memberikan tiga pilihan baterai sesuai dengan akselerasi kecepatan. Mobil tersebut dapat menempuh jarak sekitar 379 km-483 km dalam sekali pengisian daya.
Berbeda dengan Roadster, baterai pada Model S terletak di bawa lantai mobil sehingga memberikan tempat penyimpanan yang lebih luas di belakang dan meningkatkan handling yang lebih baik karena pusat gravitasinya yang rendah.
Untuk model-model selanjutnya, Tesla juga meletakkan baterai seperti itu. Namun awal 2013 menjadi masa-masa sulit bagi perusahaan. Setelah meluncurkan Model S, saham Tesla justru anjlok.
Musk pun harus memutar otak untuk menyelamatkan Tesla. Akhirnya, muncul kesepakatan dengan Google yang akan membeli perusahaan tersebut. Beruntung, penjualan Tesla pada Mei 2013 mengalami peningkatan dan Musk mundur dari kesepakatan tersebut.
Pada 1 Oktober 2013, sebuah mobil Tesla mengalami kebakaran di Seattle setelah menabrak puing-puing di jalan. Pengemudi tersebut tidak terluka. Menurut CNN, ini adalah peristiwa pertama dari serangkaian kebakaran yang kemudian mendorong perusahaan menambahkan perlindungan ekstra pada sasis kendaraan.
Pada 2014, mobil semi-otonom Tesla Autopilot diproduksi. Tesla membangun stasiun pengisian daya listrik bernama Superchargers di AS dan Eropa. Pengguna tidak dikenakan biaya tambahan untuk mengisi daya pada baterai mobil mereka.
Mobil Model X dengan daya tampung 7 orang juga dirilis Tesla pada 2015 dengan daya baterai yang mampu menempuh jarak hingga 547 km. Selanjutnya, Tesla mulai membangun pabrik besar yang disebut Gigafactories untuk menghasilkan baterai dan mesin. Pabrik pertama didirikan di Reno, Nevada, kemudian di Buffalo, New York. Gigafactories juga dibuka di Shanghai, China.
Tesla terus berkembang dan mengumpulkan uang dari penjualan saham. Pada 2017, Toyota mencabut modalnya dari Tesla.
Mobil Murah
Musk, orang terkaya di dunia ini kerap melontarkan kicauan-kicauan di Twitter. Tak jarang, cuitannya menuai banyak kritikan salah satunya ketika ia mengatakan membuat Tesla sebagai perusahaan private, artinya saham perusahaan tidak diperdagangkan secara umum.
Pada September 2018, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menilai cuitannya salah dan menyesatkan. Namun, dewan direksi Tesla menolak penyelesaian yang diusulkan oleh SEC, bahkan Musk mengancam akan mengundurkan diri.
Baca Juga: Tesla Model 3, Spesifikasi Lengkap, Harga, dan Performanya
Pemberitaan itu sempat membuat saham Tesla jatuh. Akibat cuitannya, Tesla dan Musk didenda 20 juta dolar AS. Kehidupan terus berjalan dan Tesla merilis mobil listrik lainnya.
Laporan The New York Times menyebutkan, Tesla mengumumkan profitnya yang melonjak lebih dari enam kali lipat pada 2021 menjadi 5,5 miliar dolar AS. Ini adalah pencapaian laba tertinggi perusahaan selama 19 tahun.
Peningkatan penjualan mobil terjadi di Eropa dan China. Pendapatan Tesla tercatat naik menjadi 53,8 miliar pada 2021, sementara pada tahun sebelumnya sebesar 31,5 miliar dolar AS.
Jumlah mobil yang terjual meningkat 87% menjadi 936.000 unit. Meski demikian, Tesla menyebutkan ada masalah pada rantai pasokan akibat pandemi sehingga akan membatasi produksi tahun ini.
Dalam situs resminya, Tesla terus berupaya memproduksi mobil yang paling terjangkau sehingga bisa dimiliki oleh banyak orang. Dengan begitu, impian untuk mewujudkan transportasi yang bersih dan tidak merusak lingkungan.
