HarianBernas.com – Bagi kelompok masyarakat yang masih menjalani pola hidup tradisional dan jauh dari peradaban berteknologi maju, hutan adalah tempat di mana mereka mencukupi kebutuhannya. Hal serupa juga berlaku untuk penduduk pribumi yang tinggal di hutan Amazon, Brazil. Mereka menjadikan katak panah beracun sebagai amunisinya ketika berburu dan mempertahankan diri. Bagaimana caranya?
Katak panah beracun adalah sebutan untuk sejenis katak kecil yang warnanya beragam dan mencolok. Biarpun kecil, jangan sekali-kali meremehkan hewan ini. Katak panah beracun adalah salah satu hewan paling beracun di dunia dan racun yang dihasilkannya cukup kuat untuk membunuh manusia dewasa!
Penduduk setempat memanfaatkan racun dari katak panah dengan cara mengoleskan lendir kulitnya yang beracun pada jarum. Dengan bantuan tabung sumpit, jarum tersebut lalu ditiup ke arah hewan atau manusia targetnya. Jika tembakannya tepat sasaran, racun pada jarum akan mulai menyebar lewat peredaran darah dan melumpuhkan korbannya hingga tewas.
Racun yang dihasilkan oleh katak panah beracun memiliki sebutan ilmiah batrachotoxin. Hewan amfibi mungil ini mendapatkan racunnya dari serangga-serangga makanannya yang juga beracun.
