Sleman, HarianBernas.com — Sebagian warga korban erupsi Gunung Merapi kembali lagi ke rumahnya di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Merapi dari hunian tetap (huntap) karena mengeluh banyaknya tekanan masalah sosial dan ekonomi, Selasa (24/8).
“Sekarang itu berlomba antara solusi dari pemerintah dengan warga di hunian tetap (huntap). Kalau tidak segera selesai, warga akan secepatnya kembali ke KRB III Merapi,” jelas Camat Cangkringan Edi Harmana.
Sejumlah warga dari huntap Pagerjurang dan Karangkendal memilih kembali ke KRB III. Warga korban Merapi ini direlokasi pemerintah pada tahun 2011-2012 lalu.
Masalah sosial di huntap, misal keterbatasan lahan yang seratus meter per segi karena hanya cukup untuk bangunan rumah dan pekarangan. Keterbatasan itu membuat mereka tidak bebas untuk bergerak, bahkan, pernah ada yang stres karena biasanya dia bangun pagi ambil sabit ke pekarangan cari rumput, tapi saat tinggal di huntap tidak bisa dilakukan lagi, tutur Edi.
Masalah sosial lain yang muncul, adanya kasus perselingkuhan karena jarak Huntap yang berdekatan, membuat potensi semakin tinggi, misal saat mandi saja terdengar oleh tetangganya. Mereka tidak terbiasa dengan kondisi seperti itu.
Samijo, salah warga yang tinggal di huntap Pagerjurang memilih untuk lebih banyak tinggal di KRB III.
“Selain lahannya lebih luas, menjaga usaha ekonomi kecil menengahnya. Kalau masalah listrik, bisa nyambung dari rumah warga sekitar,” tuturnya.
