HarianBernas.com – Apakah Anda termasuk sebagian besar orang yang ingin sukses dalam hidup Anda? Dalam karir Anda? Atau Anda ingin sukses karena sedang menawarkan produk kepada seseorang yang potensial? Banyak sekali orang yang ingin sukses di dalam setiap yang mereka lakukan, namun sayangnya tidak semua orang tahu bagaimana caranya, bahkan keluhan selalu gagal sering sekali saya dengar tanpa diketahui apa alasannya.
Berikut beberapa kesalahan yang bisa kita hindari untuk menjadi sukses:
1. Banyak Bicara
Suatu sore saya ditemui oleh seseorang yang ingin melamar menjadi calon pegawai di perusahaan yang saya pimpin. Tanpa basa-basi calon pegawai ini mulai cerita kesana-kemari sampai cerita asal-usul dari mana dia kenal saya dan dengan penuh percaya diri calon pegawai ini menceritakan semua pengalaman yang dia pernah kerjakan dengan penuh harapan bisa diterima di perusahaan ini, namun saya tidak diberi sedikitpun waktu untuk bicara. Sering saya dengar istilah “mulutmu harimaumu” justru dengan banyak bicara bisa jadi orang kurang respect dengan kita, untuk orang yang baru saja kita kenal, kita bisa bicara secukupnya atau sesuai dengan apa yang dibutuhkan saja sesuai tujuan dari pertemuan tersebut.
2. Tidak Tahu Waktu
Hari Rabu 22 Juni 2016 lalu saya dihubungi oleh seorang manager dari perusahaan lain tepatnya pada pukul 23.33. Tujuannya hanya ingin menanyakan apakah benar di perusahaan saya membuka lowongan pekerjaan. Hal ini kurang tepat untuk dilakukan oleh seseorang yang sudah memiliki jabatan cukup baik di perusahaan.
3. Banyak Permintaan
Ketika saya mendapatkan informasi bahwa salah satu owner di perusahaan saya datang ke Jogja, saya sudah bersiap-siap untuk menjemput di bandara dan setelah itu akan saya ajak makan siang dan jalan-jalan keliling Jogja. Hari itu hari Minggu, dimana saya membatalkan semua jadwal yang telah saya buat bersama keluarga. Hari Minggu adalah hari keluarga bagi saya, setelah Senin sampai Sabtu bekerja di perusahaan ini.
Ketika saya menemui owner, saya hendak mengajak beliau jalan-jalan dan saya menemukan hal aneh ketika saya justru disuruh pulang dan disarankan agar saya ambil hari Minggu untuk keluarga saya. Saya kaget karena biasanya owner/pemilik perusahaan atau big boss kalau datang ke perusahaan harus dilayani dan dituruti semua permintaannya. Tapi saya menemukan hal yang lain, beliau “tidak banyak meminta” karena hari ini hari Minggu, selain hari libur pegawai, hari Minggu merupakan hari bersama keluarga “ucap owner tersebut.”
Pembaca yang terhormat, ketiga contoh di atas sudah cukup untuk memberikan pelajaran bagi kita orang-orang yang ingin sukses baik untuk level pegawai (contoh no.1 ), level manajer (contoh no. 2), dan owner (contoh no. 3).
Semoga bermanfaat
Alit Nurwanto
GM Hotel Grand Zuri Malioboro Yogyakarta
