SLEMAN, HarianBernas.com–Tahun 2016, Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta membutuhkan 1.345 pegawai negeri sipil (PNS), Rabu (11/4).
“Pengangkatan 497 PNS tahun ini belum mengurangi persoalan kekurangan aparatur negara di Pemerintah Kabupaten Sleman. Pada 2016, kebutuhan PNS baru di Sleman mencapai 1.345 orang,” jelas Iswoyo Hadiwarno, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sleman.
Namun, pada tahun ini pihaknya hanya mengajukan sebanyak 1.250 formasi PNS ke pusat. Tenaga pendidik di Sleman masih membutuhkan sekitar 450 orang, tenaga medis 332, dan tenaga teknis 563 orang. Formasi tersebut dibuat berpijak dari hasil analisis jabatan dan analisis beban kerja (anjab) dari seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD), serta 'roadmap' kebutuhan pegawai yang dibuat sejak 2007, tambah Iswoyo.
Untuk keperluan tenaga pengajar didominasi untuk guru Sekolah Dasar (SD), sedangkan keperluan tenaga medis untuk mengisi di Puskesmas dan Dinas Kesehatan. Setiap tahun, BKD Kabupaten Sleman pasti mengajukan dan menyediakan anggaran penerimaan CPNS, imbuh Ismoyo.
“Namun sampai saat ini pemerintah pusat belum membuka penerimaan CPNS baru untuk daerah,” terangnya.
Meski kekurangan pegawai negeri sipil di Sleman, 549 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) telah diambil sumpahnya di Pendopo Parasamnya, Kantor Sekretariat Daerah Sleman, Rabu (11/5). PNS yang diambil sumpahnya dari tenaga pendidikan jumlahnya mendominasi saat pengambilan sumpah.
PNS yang diambil sumpahnya berasal dari Calon PNS 2014. Selain dari tenaga pendidikan, juga terdapat 20 pegawai berasal dari tenaga kesehatan dan juga di dinas lain.
“Tahun ini, sambungnya, sebanyak 497 orang penerima SK pengangkatan menjadi PNS dan 52 orang yang belum pernah diambil sumpah PNS,” katanya.
“Formasi tersebut disusun berdasarkan hasil analisis jabatan dan analisis beban kerja (anjab) dari seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD), serta 'roadmap' kebutuhan pegawai yang dibuat sejak 2007.
