YOGYAKARTA, HarianBernas.com – Akhir Mei, di Terminal Giwangan, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta akan meluncurkan gerakan “Bung Slamat”, yaitu mengajak seluruh masyarakat untuk budayakan angkutan yang berkeselamatan, Jumat (20/5/16).
“Melalui gerakan ini, kami mengajak seluruh warga untuk memiliki kesadaran dalam menggunakan angkutan atau kendaraan, yaitu selalu mengutamakan unsur keselamatan agar tidak merugikan diri sendiri atau orang lain,” jelas Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Yogyakarta, Wirawan Hario Yudho, Jumat.
Menurut Kadishub, masih banyak warga atau pengguna kendaraan, baik kendaraan pribadi, angkutan umum, maupun angkutan barang yang tidak memiliki kesadaran untuk memprioritaskan faktor keselamatan di jalan raya. Contohnya, angkutan yang memodifikasi kendaraan tanpa berpijak dari spesifikasi yang seharusnya dimiliki kendaraan atau tak melakukan uji KIR secara berkala sehingga angkutan tak layak jalan.
“Masih banyak kendaraan angkutan barang membawa muatan melebihi kemampuan kendaraan. Akibatnya, kendaraan mogok atau bisa mengalami kecelakaan,” imbuhnya.
Untuk itu, perlu dilakukan sosialisasi atau kampanye tentang angkutan yang berkeselamatan agar kesadaran masyarakat tentang angkutan yang berkeselamatan terbangun.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Operasional dan Bimbingan Keselamatan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Sugeng Sanyoto mengatakan, angka kecelakaan di Indonesia dan di DIY masih cukup tinggi.
Berpijak dari data nasional tahun 2015 tercatat 1,24 juta kasus kecelakaan atau rata-rata terjadi 120 kecelakaan per hari. Di DIY tercatat 3.922 kecelakaan pada tahun lalu dengan 5.448 korban dan 352 korban meninggal dunia.
Penyebabnya, ada yang melawan arus, mengendarai dengan kecepatan tinggi, dan tidak mematuhi rambu lalu lintas.
Sementara itu, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya mengatakan, keselamatan di jalan raya tak hanya dari faktor manusia, tetapi harus didukung kondisi angkutan atau kendaraan yang laik jalan.
