YOGYAKARTA, HarianBernas.com – Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengungkapkan sertifikasi sumber daya manusia dan produk menjadi modal penting untuk persaingan global agar profesionalisme dan jaminan kualitas menjadi lebih baik, Minggu (1/5/16).
“Aspek daya saing produk dan sumber daya manusia (SDM) dalam era persaingan global tidak bisa diremehkan. Sertifikasi menjadi sangat penting agar produk dan pekerja Indonesia dapat bersaing di tingkat internasional,” jelas Sri Sultan HB X di peringatan Hari Buruh Kota Yogyakarta di Yogyakarta, Minggu (1/5/16).
Produk dan pekerja dari Yogyakarta wajib memiliki daya saing karena di masa depan tak ada lagi batas antara produk lokal ataupun produk dari luar yang dijual di pasar, tambah Sultan.
Kini, bersama negara ASEAN, Indonesia sudah menerapkan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), lalu pada tahun 2017 dilanjutkan dengan pasar terbuka antara ASEAN dan Tiongkok, kemudian tahun 2020 sudah diterapkan perdagangan global.
Sultan mengingatkan bahwa mau tak mau, mampu tak mampu, Indonesia harus bersaing secara terbuka dengan produk dan pekerja dari negara lain. Persaingan antarbangsa dan negara sudah begitu terbuka.
Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas adalah dengan meningkatkan kesadaran pekerja dan industri agar mempunyai sertifikasi melalui BSN (Lembaga Badan Standarisasi Nasional).
“Dari bebeberapa kali membawa produk atau kelompok kesenian ke luar negeri, pihak luar negeri selalu bertanya tentang sertifikasi, termasuk dari penari yang tampil apakah sudah memiliki sertifikasi atau belum,” terang Sultan.
Sultan HB X merasa cemas jika banyak tenaga kerja atau produk dari Indonesia yang belum memiliki sertifikasi sehingga di dalam negeri, akan ada diserbu produk dan tenaga kerja asing.
Di sisi lain, Hadi Muchtar Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta mengungkapkan jumlah tenaga kerja di Yogyakarta bersertifikasi profesi masih sedikit.
“Kami masih menginventarisasi mengenai hal ini. Harapannya, ada kesadaran dari pekerja atau perusahaan untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme pekerja dengan sertifikasi,” katanya.
Salah satu bidang pekerjaan yang haru bersertifikasi untuk pekerja, misalnya industri pariwisata dengan perhotelannya.
Selain bidang perhotelan, bidang pekerjaan lain agar bersertifikasi untuk pekerjanya, yaitu dunia pendidikan.
Sementara itu, Tri Karyadi Riyanto, Kepala Bidang Sumber Daya UMKM Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta mengungkapkan jumlah produk, terutama kerajinan dari Yogyakarta yang bersertifikasi juga masih sedikit.
“Baru sepertiga dari produk kerajinan yang memiliki sertifikasi, biasanya produk batik dari produsen besar,” katanya.
Namun, Tri Karyadi Riyanto optimistis kesadaran produsen kerajinan di Yogyakarta untuk memiliki sertifikasi produk semakin banyak, misal mempatenkan produk dan desain produknya.
Peringatan Hari Buruh di Yogyakarta diramaikan dengan kegiatan senam pagi dan jalan sehat. Kegiatan ini diikutikurang lebih 1.000 pekerja di kompleks Balai Kota Yogyakarta.
Sedangkan, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti menyatakan Peringatan Hari Buruh tak selalu ditandai dengan demo, tetapi bisa dilakukan dengan kegiatan lain. Harapannya kegiatan kali ini bisa memberikan dampak positif untuk semua pihak.
