YOGYAKARTA, HarianBernas.com – Kepolisian menyatakan tersangka berinisial EA sebagai pelaku pembunuhan Feby Kurnia, mahasiswi jurusan Geofisika FMIPA UGM. Tersangka merupakan pekerja kontrak kebersihan kampus itu (4/5/16).
“Pelaku tugasnya sehari-hari memebersihkan ruangan di kampus UGM,” jelas Wakil Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, Kombes Pol Abdul Hasyim Ghani saat konferensi pers di Polda DIY, Rabu (4/5/16).
EA (26) berhasil dibekuk aparat Kepolisian Resor Sleman di depan rumahnya di Dusun Jati, Wonokromo, Pleret, Bantul, Selasa (3/5) pukul 16.45. Dari proses penyidikan sementara, motif pembunuhan, ingin memiliki barang-barang mahasiswi semester dua ini. Kepolisian akan terus mendalami motif yang sesungguhnya.
Yulianto, Kepala Kepolisian Resor Sleman Yulianto mengungkapkan kronologi peristiwa pembunuhan telah sesuai dengan pengakuan tersangka.
Kronologi Pembunuhan:
- Saat itu Feby datang pertama kali ke ruang kelas kampus itu pada Kamis (28) pukul 06.00 WIB.
- Selanjutnya, saat Feby keluar kelas menuju kamar mandi, tersangka membuntuti dari belakang.
- Ketika sampai area kamar mandi, tersangka langsung mencekik korban hingga meninggal dunia dan terjatuh di lantai.
- Setelah terjatuh di lantai, pelaku membopong korban masuk kamar mandi lalu dikunci dari luar,” kata dia.
- Beberapa barang yang dibawa tersangka, yaitu power bank dan telepon genggam.
Barang-barang rampasan itu lalu digadaikan tersangka dengan nilai Rp650 ribu. Hasil gadaian itu, dibelikan pakaian, rokok, bensin dan susu, terang Yulianto.
Atas kejahatannya, EA dijerat dengan pasal berlapis, 1. Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, 2.Pasal 365 KUHP tentang penganiayaan berat hingga menyebabkan korban meninggal, 3. 351 KUHP tentang penganiayaan dengan kurungan penjara maksimal 15 tahun penjara.
Pekik Nurwantoro, Dekan Fakultas MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) UGM mengungkapkan sebetulnya tersangka EA, petugas kebersihan yang telah habis masa kontraknya sejak Sabtu (30/4/16).
“Kami tak tahu karakter tersangka karena outsourcing dari perusahaan tertentu, yang melakukan seleksi mereka. Setelah kejadian ini, kami akan lebih selektif lagi,” tegas Pekik.
