YOGYAKARTA, HarianBernas.com – Kepala Bidang Pengendali Penyakit dan Masalah Lingkungan (P2MK) Dinas Kesehatan DIY, Daryanto Chadorie mengungkapkan bahwa kondisi cuaca selama masa transisi akan menimbulkan banyak ancaman penyakit (29/4).
“Ancaman penyakit pada masa transisis seperti diare, demam berdarah, leptospirosis, hepatitis A, ispa, dan batuk pilek,” terangnya.
Menurut Daryanto, ancaman tertinggi demam berdarah dengue sehingga harus diwaspadai setiap saat, termasuk pada musim kemarau.
“Meski pada dasarnya lebih banyak menyerang saat musim hujan namun ancaman demam berdarah dengue harus diwaspadai. Untuk itu masyarakat tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS),” katanya.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta memperkirakan Daerah Istimewa Yogyakarta baru akan memasuki musim kemarau pada minggu ketiga Mei 2016.
“Saat ini masih pada masa transisi seperti ini. Hujan masih berpotensi terjadi dengan disertai petir dan angin kencang,” kata Koordinator Pos Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Joko Budiono, Jumat.
Musim kemarau di DIY baru akan masuk pada tanggal 21 sampai 30 Mei 2016, terangnya.
Menurut Budiono, kondisi cuaca saat memasuki pancaroba dengan memperhatikan kondisi tersebut diprediksi curah hujan di DIY akan berlangsung pada siang hingga sore hari. Hujannya pun berpotensi disertai petir dan angin kencang.
Ia mengatakan, pertumbuhan awan-awan konvektif atau cumulonimbus berpeluang terbentuk pada masa transisi ini. Masyarakat diimbau waspada untuk mengantisipasi dampak cuaca buruk akibat kondisi cuaca selama masa transisi ini.
