Bernas.id – Tahukah Anda bahwa Sulawesi Selatan memiliki lima rumah adat? Kelima rumah adat di Sulawesi Selatan memiliki keunikannya masing-masing. Keunikan yang ada di rumah adat Sulawesi Selatan adalah rumah tradisional yang sangat kental dengan masyarakat sukunya.
Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi yang bagian paling selatan dari pulau Sulawesi. Memiliki luas 46.717,48 km2, Sulawesi Selatan memiliki populasi 9.073.509. Memang, tak semua penghuni merupakan warga pribumi atau etnis asli dari Sulawesi.
Ada 5 Terdiri dari Bugis dengan persentasi 45,12 persen, suku Makassar sebesar 29,68 persen, suku Toraja 7,34 persen, suku Luwu 4,93 persen, suku Mandar 0,65 persen, serta suku Boyang yang masuk dalam kategori demografi lain-lain sebesar 4,41 persen.
Baca juga: Keunikan Rumah Adat Sumatera Utara: Ciri Khas, Nilai Filosofis
Keunikan Rumah Adat Sulawesi Selatan
Uniknya, kelima suku asli Sulawesi Selatan tersebut masing-masing memiliki rumah adat yang berbeda. Lengkap dengan ciri khas dan keunikannya tersendiri.
Di samping itu, sejarah rumah adat Sulawesi Selatan memiliki sejarah yang panjang dan dipengaruhi oleh adat istiadat setempat. Lebih lengkap, berikut ini uraian penjelasan rumah adat Provinsi Sulawesi Selatan
Rumah Adat suku Mandar dan Keunikannya
Selain mendiami wilayah Sulawesi Selatan, suku Mandar juga mendiami sebagian wilayah Sulawes Barat. Dengan jumlah anggota yang cukup banyak, suku Mandar memiliki rumah adat Sulawesi Selatan bernama rumah Boyang.
Sebagaimana karakteristik umum dari rumah adat khas Sulawesi Selatan di Nusantara, rumah Boyang menggunakan konsep rumah panggung. Terdiri dari papan kayu yang ditopang dengan penyangga sehingga lantai rumah lebih tinggi ketimbang permukaan tanah.
Alih-alih tiang penyangga ditancapkan ke tanah, suku Mandar malah merancang agar tiang cuma ditumpangkan ke batu yang sudha dibentuk rata saja. Konon, metode tersebut bertujuan agar kayu tidak mudah lapuk karena tidak berinteraksi langsung dengan tanah.
Baca juga: Penuh Makna, Ini Mengapa Rumah Adat Lontik Wajib Dilestarikan
Rumah Adat Suku Bugis dan Keunikannya
Sama seperti rumah Boyang, rumah adat dari suku Bugis juga menggunakan konsep rumah panggung. Namun, terdapat karakteristik khusus yang membuatnya berbeda dari yang lain. Yakni keberadaan atap yang bentuknya mirip pelana. Tak hanya itu, terdapat pula timpalaja dalam jumlah tertentu.
Timpalaja adalah bidang berbentuk seigita yang berada di antara dinding dan pertemuan atap. Oleh anggota suku Bugis, jumlah timpalaja yang digunakan dalam sebuah rumah menandakan status sosial penghuninya.
Sama juga seperti rumah tradisional dari daerah lain di Nusantara, rumah adat suku Bugis kental akan makna filosofis. Rumah ini terdiri atas tiga bagian dan memiliki makna tersendiri. Yakni Bonting Langiq, Ale Kawaq, dan Buri Liu.
Baca juga: Mengenal Keunikan Rumah Adat Jambi yang Memiliki Ukiran Eksotik
Rumah Adat Suku Toraja dan Keunikannya
Jika Anda hobi traveling, tentu sudah tidak asing lagi dengan kekayaan budaya suku Toraja. Tidak hanya populer dengan ritual kematian, salah satu suku yang mendiami wilayah Sulawesi Selatan ini juga memiliki rumah adat yang unik dan menarik. Oleh masyarakat, rumah adat suku Toraja disebut Tongkonan.
Rumah adat di Provinsi Sulawesi Selatan ini dibangun menggunakan material utama kayu Uru. Ini adalah jenis kayu yang mudah ditemukan di pula Sulawesi. Uniknya, Anda tidak akan menemukan unsur logam dari rumah Tongkonan. Tak ada satu paku pun yang digunakan.
Keunikan lainnya, masyarakat suku Toraja biasanya menghiasi rumah tradisional tersebut dengan ornamen khas budaya Toraja. Dominasi warna hitam, merah, dan kuning bisa dengan mudah Anda temukan pada setiap rumah.
Baca juga: Rumah Adat Bali: Ciri Khas, Sejarah, dan Filosofi
Rumah Adat Suku Luwu dan Keunikannya
Luwu merupakan salah satu wilayah di Sulawesi Selatan. Dihuni oleh beberapa suku yang berbeda. Antara lain suku Balantak, suku Saluan, dan suku Banggai. Meskipun begitu, ketiga suku tersebut memiliki rumah tradisional yang sama. Karakteristik dari rumah suku Luwu tak berbeda dengan rumah adat yang ada di Sulawesi Selatan suku-suku lainnya.
Bentuk persegi dengan ukuran pintu yang sama serta menggunakan konsep rumah panggung. Namun, ciri khususnya bisa kita temukan pada bagian atas rumah. Di bagian tersebut, masyarakat suku Luwu biasanya menempatkan tiga atau lima puncak yang disebut Bubungan. Oleh masyarakat, Bubungan dipakai sebagai penanda dari status sosial penghuninya.
Baca juga: Hunian Eksklusif DP Cuma 5%, Angsuran Rp1 Jutaan!
Rumah Adat Suku Makassar
Mungkin kita yang tinggal dan besar di Jawa, lebih mengenal Makassar sebagai ibu kota provinsi Sulawesi Selatan saja. Padahal, Makassar adalah nama dari salah satu suku asli dari pulau Sulawesi. Suku Makassar memiliki rumah tradisional yang berbeda. Oleh masyarakat disebut dengan nama Balla.
Dulu, rumah adat Sulawesi Selatan Makassar ini hanya digunakan oleh bangsawan. Maka dari itu, kini, kita masih bisa merasakan nuansa megah dari rumah adat Balla. Ciri-ciri rumah Balla yakni terbagi dalam tiga bagian. Yakni kolong, inti rumah, dan atap.
Sementara itu, keunikan rumah adat Balla bisa kita lihat dari material utamanya. Biasanya, masyarakat membuat rumah Balla dengan bahan baku ijuk atau jerami. Sementara itu ada pula yang membuatnya dengan memadukan beberapa jenis kayu.
Nah, itulah beberapa keunikan dan apa nama rumah adat Sulawesi Selatan di setiap suku. Rumah adat masyarakat Sulawesi Selatan adalah simbol budaya setiap suku yang ada di provinsi tersebut. Jika tertarik, Anda bisa gunakan salah satu konsep dari rumah tradisional di atas sebagai hunian idaman.
Baca juga: Hunian Asri, Harga Minimalis Siap Huni Di Jogja! Unit Sudah Terjual 90%
