YOGYAKARTA, HarianBernas.com-Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan HB X menegaskan adanya mal dan toko-toko modern tidak akan memengaruhi aktivitas jual beli di pasar tradisonal, meski lokasinya berdekatan,Selasa (11/5).
“Swalayan tidak akan banyak pengaruhnya dengan pasar tradisional. Dengan adanya mal yang jaraknya dua-tiga kilometer dari pasar tidak akan pengaruh,” terang Sultan peresmian Pasar Pasar Sorobayan Kabupaten Bantul setelah direhab.
Belum lama ini, Pemkab Bantul menggandeng investor untuk membangun mal. Mal yang diwacanakan Bupati Bantul Suharsono segera menimbulkan pro dan kontra di masyarakat karena dikhawatirkan bisa mengganggu pasar tradisional.
Menurut Sultan, jenis barang dagangan yang ditawarkan berbeda antara pasar tradisional dan mal sehingga masyarakat tetap akan mencari barang tertentu di pasar tradisional ketika yang dibutuhkan tak tersedia di mal atau toko modern.
“Kami punya pengalaman pro dan kontra saat Malioboro (Yogyakarta) mal akan dibangun, tak ada korelasinya dengan toko-toko pada tutup, tinggal bagaimana (pedagang) mengatur. Jadi, jarak mal dengan pasar yang dua kilometer tidak perlu ditakutkan,” kata Sultan.
Dalam melakoni usaha perdagangan, kalau barang dagangan yang ditawarkan tak laku terjual, pedagang akan mengganti menjual jenis barang dagangan lain yang memiliki pangsa pasar lebih baik, tambah Sultan
Namun, Sultan berharap, pemerintah daerah setempat terus mengusahakan agar pasar tradisional lebih nyaman dikunjungi pembeli dengan meningkatkan sarana dan prasarana, serta para pedagang dan pengelola menjaga kebersihan agar pembeli tidak beralih.
“Saya punya keyakinan pasar tradisional tidak akan tutup selama itu bersih. Ini jadi tantangan sendiri bagi pengelola, tidak hanya sekadar tarik retribusi,” terang Sultan menyarankan.
Pasar Tradisional, Jangan Terkesan Kumuh
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X juga menghimbau agar pasar tradisional tak terkesan kumuh sehingga menarik minat masyarakat untuk datang berbelanja ke pasar.
“Dengan rehabilitasi tiga pasar ini harapannya bisa menjadi pasar yang memenuhi syarat bagi pembeli yaitu bersih dan baru sehingga dapat menghilangkan kesan bahwa pasar tradisional itu kumuh,” terang Gubernur sewaktu peresmian Pasar Sorobayan, Bantul, Selasa.
Tiga pasar tradisional di Bantul pada tahun anggaran 2015 yang direhab oleh pemerintah daerah, yaitu 1.) Pasar Sorobayan Desa Gadingsari dengan dana sebesar Rp8,2 miliar, 2.) Pasar Koripan di Desa Poncosari dengan dana rehab pasar sebesar Rp696 juta, dan 3.) Pasar Grogol di Desa Mulyodadi dengan anggaran Rp811 juta.
“Saya punya harapan pedagang pasar bisa menjaga kebersihan dan merasa memiliki. Pengelola sediakan tempat sampah yang baik dan memadai karena kebersihan pasar menjadi sangat penting,” katanya.
Sultan meyakini bahwa pasar tradisional yang bersih serta tak terkesan kumuh, akan bisa bersaing dengan pasar modern atau swalayan. Selama ini, masyarakat tak mau berbelanja di pasar tradisional karena punya pandangan pasar tradisional itu kumuh.
