SLEMAN, BERNAS.ID – Sekarang ini, teknologi finansial semakin mudah untuk diakses siapa saja. Tak perlu cara yang rumit atau njlimet untuk menjalankannya. Level kalangan milenial pun bisa mendapatkan keuntungan dari kelebihan teknologi finansial saat ini.
Deicky Natalius Manalif, Kacab KPF Jogja mengatakan, kalau dulu investasi hanya bisa diakses oleh kalangan para pebisnis dan prosesnya njlimet, saat ini dunia investasi memungkinkan setiap orang untuk melakukan investasi di dalamnya.
“Transformasi yang cepat saat ini tak membuat seseorang harus mengalami proses operasional yang panjang, modal yang amat besar dan pemahaman edukasi yang rumit,” ujarnya dalam seminar edukasi bertajuk ?Invest Talk? di UPN Veteran Yogyakarta beberapa waktu lalu.
Untuk itu, sebut Deicky, investasi perdagangan berjangka komoditi bisa menjadi pilihan alternatif investasi bagi semua kalangan karena dukungan konektivitas (internet-red) yang tinggi. Hal tersebut ia katakan kepada sekitar 50 mahasiswa yang mengikuti seminar.
“Transaksi berjalan secara real time dan investasi bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun,” imbuhnya.
Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta, Stepahnus Paulus Lumintang mengatakan, para akademisi dan para mahasiswa merupakan modal invest di dunia perdagangan berjangka komoditi. Ia pun mendorong agar edukasi tentang Perdagangan Berjangka Komoditi dikenalkan seluas-luasnya, khususnya kalangan muda.
“Mereka bukan saja menjadi the next investor melainkan juga the next employee dan owner yang bertanggung jawab ikut memajukan industri tersebut di Indonesia terutama dalam menaikkan kelas ke level dunia,” terangnya.
Rektor UPN Yogyakarta, Muhamad Irhas Efendi menyampaikan, edukasi industri Perdagangan Berjangka Komoditi belum terlalu banyak dikenal kalangan muda. “Ilmu dari seminar ini akan menjadi hal yang baru dalam menambah wawasan dan menggugah ide para akademisi serta mahasiswa untuk memaksimalkan potensi dari industri ini di masa depan,” katanya.
“Saya mengajak kepada seluruh civitas usai kegiatan invest talk ini, kita tidak hanya menjadi penonton melainkan bisa lebih dalam lagi belajar untuk menyerap pengalaman nyata bertransaksi di perdagangan berjangka komoditi,” tuturnya. (jat)
