HarianBernas.com – Soal ramai-ramai penolakan reklamasi dan isu suapnya, politikus dan juru bicara Partai Demokrat, Ulil Abshar Abdala juga angkat suara. Pagi tadi, Ulil menyampaikan pendapatnya soal reklamasi melalui beberapa tweet-nya di akun twitter pribadinya. Ulil tak menolak proses reklamasi di pantai utara Jakarta.
Kicaunya dalam akun twitter @Ulil (19/4):
Tidak selamanya reklamasi itu jelek. Ketika lahan sudah sempit, dan pertumbuhan manusia butuh ruang tambahan, ia bisa jadi solusi.
Menurut juru bicara Partai Demokrat ini, reklamasi tidak selamanya jelek ketika lahan sudah sempit dan pertumbuhan manusia bertambah. Reklamasi bisa menjadi solusi.
Berikut tweet Ulil berikutnya:
Ya, reklamasi kan menelan korban? Korban pasti ada. Karena itu perlu kebijakan yg hati2 supaya meminimalisir korban.
Kehadiran transportasi publik berbasis online jg menelan korban. Apa terus teknologi ini dihentikan karena takut pada korban?
Untuk itu, proses reklamasi harus hati-hati, terutama mengambil saat mengambil kebijakan. Ulil juga memberikan contoh transportasi berbasis online juga mengambil korban, tapi apakah harus dihentikan. Ulil pun menyindir pihak-pihak yang menolak reklamasi mentah-mentah.
Berikut tweet sindiran Ulil Abshar Abdalla kepada pihak-pihak yang menolak reklamasi.
Menampik sama sekali reklamasi sbg alternatif solusi, kapanpun dan di manapun, adalah cara berpikir absolutistik yg mirip agama.
Yg menolak reklamasi dan bilang masih banyak pulau kosong, mau ngga pindah dan buka warung di sana skg? :))
Bilangnya banyak pulau kosong. Tp lebih suka bermacet2an dan tinggal di Jakarta. Akibatnya, terjadi kekurangan ruang di ibu kota. Ironis. 🙂
Sebelumnya, penyanyi kenamaan Iwan Fals juga menyampaikan pendapat ketidaksetujuannya terhadap rencana Pemerintah Provinsi Jakarta untuk mereklamasi teluk pantai utara. Maklum, penyanyi berumur 54 tahun ini sering menyanyikan lagu-lagu dengan muatan kritik sosialnya. Bento dan Bongkar, dua judul lagu yang syarat dengan ktirik terhadap kekuasaan.
Kicaunya dalam akun twitter @iwanfals, Jumat (15/4):
Klo lautnya sudah rusak mungkin bisa direklamasi, tapi klo lautnya masih bagus ya janganlah, kasian ikan2 & nelayannya
Tulisnya, jika laut rusak, masih ada cara untuk memulihkan atau memperbaikinya. Namun, jangan direklamasi bila wilayah laut mati karena digantikan dengan daratan.
