JAKARTA, HarianBernas – Jumat (8/4/16), Wapres Jusuf Kalla mengikuti rapat kerja pemerintah tahun 2016 di Istana Negara. Jusuf Kalla mengingatkan kepala daerah yang baru terpilih agar tidak terjerat hukum.
Selama 10 tahun, 10 menteri masuk penjara, 19 anggota dewan, kepala daerah, jangan sampai itu terjadi, kata Jusuf Kalla ketika Rapat Kerja Pemerintah Tahun 2016 kepada seluruh kepala dan wakil Indonesia di Istana Negara Jakarta, Jumat (8/4/16).
Wapres mengatakan negara ini membutuhkan pemimpin yang baik dan adil serta dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.
Jusuf Kalla tidak ingin saat APBD dan APBN tumbuh, tapi pertumbuhan ekonomi tidak tumbuh.
“Artinya, (anggaran) dibelanjakan tidak mendorong pertumbuhan ekonomi, lebih untuk belanja operasional. Ketika berkunjung ke kabupaten terpencil, Jusuf Kalla sering melihat ada mebel buatan Italia, mobil mewah. Artinya, belanja lebih ke operasional, bukan untuk pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, simpulnya.
Wapres juga mengatakan bahwa pemerintah pusat dan daerah punya satu tujuan, yaitu mencapai masyarakat adil dan makmur dengan berbagai cara.
Jusuf Kalla juga mengingatkan bahwa saat ini bangsa Indonesia tidak bisa terpisah dengan dunia dan banyak tantangan yang harus dihadapi. Kata Wapres menjelaskan bahwa saat ini tidak sebaik dahulu, yaitu banyak tantangan yang harus diatasi.
Wapres juga mengingatkan bahwa Indonesia tidak sebaik dulu karena harga komoditas turun sehingga daerah penjual komoditas pasti turun pendapatannya.
Dengan sistem pemerintahan demokratis, Jusuf Kalla juga mengatakan tantangan banyak berubah.
“Dalam politik terbuka akan dapat pujian dan kritik, kadang kritik lebih banyak, jadi harus siap,” kata Wapres. Jusuf Kalla juga mengatakan tujuan yang baik akan tercapai bila ada pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik yang baik.
