Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    99 Orang Pendonor Darah Sukarela Terima Penghargaan PMI DIY 2026

    June 14, 2026

    Perempuan Cerdas dan Berbakat Ramaikan Audisi Miss Indonesia 2026 di Yogyakarta

    June 14, 2026

    Panggung Mini, Langkah Besar: Safin Dance Studio Dorong Regenerasi Penari Muda

    June 13, 2026

    EAACI Menyerukan Masa Depan “Vision Zero” yang Bebas dari Beban Alergi dan Asma

    June 13, 2026

    Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo H. Kurniawan Sebut Presiden Prabowo Bekerja Bangun Bangsa

    June 13, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak

      June 13, 2026

      Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota

      June 8, 2026

      Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Kota Inklusif

      June 7, 2026

      Belanja Negara di DIY Capai Rp6,2 Triliun hingga Akhir April 2026

      June 2, 2026

      Dorong Tranformasi Digital, Bank Jakarta Raih Penghargaan Digital Brand

      May 24, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Pendidikan»Bertutur melalui Cerita Jadi Cara Efektif untuk Sampaikan Pesan Kebinekaan
    Pendidikan

    Bertutur melalui Cerita Jadi Cara Efektif untuk Sampaikan Pesan Kebinekaan

    Paulus Yesaya JatiBy Paulus Yesaya JatiApril 16, 20238 Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Penguatan Karakter Forum Belajar Kebinekaan dengan tema Bertutur melalui Cerita untuk Generasi Merdeka Beragam Setara yang digelar secara virtual, Sabtu (15/4)
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    JAKARTA, BERNAS.ID – Salah satu media komunikasi yang dinilai cukup efektif untuk membantu siswa dalam belajar adalah dengan bertutur melalui cerita. Terlebih, di era teknologi digital, bertutur melalui cerita semakin mudah dilakukan diantaranya lewat media sosial yang dapat diakses oleh khalayak luas.

    Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Rusprita Putri Utami, mengatakan bahwa bertutur melalui cerita dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih menyenangkan, interaktif, dan bermakna bagi siswa.

    “Dengan memadukan bertutur melalui cerita dalam pendidikan, siswa dapat terlibat secara aktif dalam pembelajaran dan memperoleh pemahaman yang lebih tentang konsep dan nilai yang diajarkan. Sehingga dengan demikian, metode ini bisa jauh lebih efektif,” ujar Rusprita saat membuka Webinar Penguatan Karakter Forum Belajar Kebinekaan dengan tema Bertutur melalui Cerita untuk Generasi Merdeka Beragam Setara yang digelar secara virtual, Sabtu (15/4/2023).

    Baca Juga Dubes Norwegia Sebut Yogyakarta Akan Banyak Lahirkan Pemimpin

    Salah satu konsep dan nilai yang perlu diajarkan, menurut Rusprita, ialah tentang kebinekaan atau keragaman. Sebagaimana diketahui, Indonesia merupakan negara majemuk dengan beragam suku bangsa, budaya, serta perbedaan nilai-nilai kedaerahan yang harus dipahami dan dimaknai setiap individu di Tanah Air.

    Dalam hal ini, Puspeka selain mengemban mandat untuk terus mendorong terwujudnya Profil Pelajar Pancasila, pencegahan tiga dosa besar pendidikan yang meliputi kekerasan seksual, perundungan, dan intoleransi, juga untuk membangun iklim inklusivitas dan kebinekaan pada ekosistem pendidikan.

    “Tentu bukan sesuatu yang mudah bagi kita untuk membangun iklim kebinekaan di satuan pendidikan. Perlu kolaborasi dan kerja sama serta metode yang tepat agar peserta didik mudah memahami dan mempelajari tentang kebinekaan dengan cara yang menyenangkan,” tutur Rusprita.

    Untuk diketahui, sejak tahun 2021 Puspeka telah menyusun Modul Wawasan Kebinekaan Global dan melatih 45 Master Trainers yang kemudian mengimbaskan kepada 1.502 guru. Selain itu, Puspeka juga bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek dalam program pengimbasan dan hingga saat ini sudah terlatih sebanyak 28.254 peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG), 1.576 guru pada Program Sekolah Penggerak, dan 5.211 peserta Guru Penggerak.

    Puspeka juga telah menyusun Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan melakukan uji coba di 10 provinsi yang melibatkan 110 fasilitator guru dan 450 peserta didik pada 77 satuan pendidikan.

    Lebih lanjut, terkait pencegahan intoleransi, Puspeka telah memproduksi dan menyebarluaskan sejumlah 52 konten video pembelajaran, dan hingga saat ini sudah ditonton sebanyak 17.620.259 penonton. Sedangkan untuk 40 infografis sudah dilihat sebanyak 1.792.824 penonton.

    Manfaatkan media dan cerita yang relevan

    Dalam kesempatan yang sama, insan kreator sekaligus pegiat pendidikan, Chiki Fawzi, mengungkapkan bahwa bertutur melalui cerita bukan hanya efektif untuk anak-anak. Para guru dan tenaga pendidik juga dapat menerapkan metode bercerita untuk dapat saling memberikan inspirasi dan berbagi tentang kebinekaan.

    Chiki menambahkan, bertutur melalui cerita juga harus memanfaatkan media dan cerita yang relevan. Semisal, para guru dapat bercerita kepada siswa menggunakan media gambar atau sambil berdendang untuk menyebarluaskan pesan kebinekaan.

    Selain itu, dijelaskan Chiki bahwa bertutur melalui cerita atau story telling bukan hanya untuk anak-anak saja, tetapi juga berbagai umur. Menurutnya, yang perlu diperhatikan adalah media dan relevansi cerita.

    “Kalau audiensinya anak-anak, kita bisa pakai boneka sambil mendongeng, yang penting pesannya tersampaikan,” ujar Chiki yang juga seorang relawan dan aktivis pendidikan di Kelas Inspirasi.

    Hal senada juga disampaikan Siti Nurjanah, Guru SMP Negeri 2 Cimanggu, Cilacap, Jawa Tengah. Ia menjelaskan bahwa salah satu metode mengenalkan kebinekaan kepada para siswanya ialah dengan melakukan unjuk performa nusantara dan melalui Festival Film Pendek.

    Dikatakan Nurjanah, dalam unjuk performa nusantara, para siswa diajak untuk bertutur, bercerita tentang keragaman nusantara agar mengenal dan mampu melestarikan keragaman nusantara mulai dari makanan dan minuman tradisional, seni tari, serta mampu mengimplementasikan keragaman bahasa.

    “Untuk film pendek, harapannya mereka mampu mencintai dan melestarikan bahasa kelahiran mereka guna melestarikan kearifan lokal dan meningkatkan keterampilan abad 21 yaitu kreatif, berpikir kritis, kolaboratif, dan komunikatif,” paparnya.

    Baca Juga Konsil Kedokteran Indonesia Antisipasi Masuknya Dokter Asing Saat MEA 2025

    Sementara itu, Cicilia Ana Mukti R, Guru PAUD YPJ Kuala Kencana Timika, Papua Tengah, mengaku senantiasa mengajak para siswa untuk bercerita dengan cara yang menyenangkan. Salah satunya, yaitu dengan membuat lingkaran konsentrik berisi cerita anak-anak tentang Papua, dunia, dan diri mereka sendiri.

    “Kita (para guru) juga memotivasi anak dengan bercerita, membiasakan cerita setiap hari dengan membuka sudut cerita atau membuat area cerita yang menarik bagi anak-anak. Kita membuat tenda, ada bantal-bantalnya, ada puppet-nya, anak-anak senang sekali ketika mereka bercerita dan mengekspresikan ceritanya dengan bahasa-bahasa mereka,” pungkas Cicilia. (jat)

    Kemendikbudristek
    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Paulus Yesaya Jati

    Related Posts

    Maria Magdalena Lulus Doktor Ilmu Hukum Cumlaude Lewat Disertasi Model Hak Penggandaan Musik di Era Digital

    June 12, 2026

    Sebagai Lokasi SSE UM-PTKIN 2026, UIN Sunan Kalijaga Beri Layanan Ujian yang Responsif dan Humanis

    June 8, 2026

    Tingkatkan Kualitas Hukum Digital, Tim Riset Doktoral Unbor Studi Komparasi Terkait Right to be Forgotten ke Spanyol

    June 4, 2026

    Farmasi UGM Gelar FGD Membahas Perluasan Akses Obat Bebas Bebas Terbatas di Ritel Modern Tanpa Pengawasan Apoteker

    June 2, 2026

    Penguatan Akademik Doktor Ilmu Hukum Penelitian Internasional RTBF di Spanyol

    June 2, 2026

    Prof Dr Stevanus Adrianto Passat Terpilih Sebagai Ketua Ikatan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur

    May 23, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Internasional Terbaru

    EAACI Menyerukan Masa Depan “Vision Zero” yang Bebas dari Beban Alergi dan Asma

    June 13, 2026

    NetBox Labs Mengumumkan Platform Kecerdasan Infrastruktur dengan Kemampuan Baru yang Mencakup Seluruh Siklus Proses Jaringan dan Infrastruktur

    June 12, 2026
    Berita Nasional Terbaru

    Putri Alya Sidik, Penulis Cilik di Tengah Rendahnya Tingkat Literasi Masyarakat

    June 10, 2026

    28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Luncurkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa

    May 21, 2026
    Berita Daerah Terbaru

    99 Orang Pendonor Darah Sukarela Terima Penghargaan PMI DIY 2026

    June 14, 2026

    Panggung Mini, Langkah Besar: Safin Dance Studio Dorong Regenerasi Penari Muda

    June 13, 2026
    BERNAS.id

    Office Address :
    Jakarta
    Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
    Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

    Yogyakarta
    Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
    Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

    Email :
    info@bernas.id
    redaksi@bernas.id

    Advertisement & Placement :
    +62 812-1523-4545

    Link
    • Google News BERNAS.id
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
    BERNAS.id
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.