SOLO–BERNAS.ID – Pada hari Rabu (19/08) berlangsung pelantikan pengurus Pejuang Bravo 5 DPD Solo Raya, DPD Jawa Tengah dan DPD DIY di The Sunan Hotel Surakarta Solo, Jawa Tengah. Dalam sambutannya, Ketua Umum Ormas Pejuang Bravo 5, yang juga saat ini menjabat sebagai Menteri Agama, Jenderal (purn) TNI Fachrul Razi, mengatakan bahwa Bravo 5 dibentuk untuk mendukung pemerintah agar tercapai Indonesia maju. Kekuatan-kekuatan intoleran memang ada, tapi apapun alasannya tidak dibenarkan orang main hakim sendiri apalagi dengan membawa-bawa bendera agama. “Mari sama-sama tingkatkan iman taqwa kita. Jangan ada yang merasa paling benar dan paling agamis dibandingkan orang lain. Soal iman dan taqwa biarlah Tuhan yang menilai”, tegasnya.
Adapun soal Covid-19, Menteri Agama mengatakan bahwa pandemi ini mengajarkan kita tentang kerukunan agama yang baik. Contohnya paramedis tidak memandang agama pasien, semua saling jaga dengan mengedepankan sisi kemanusiaan. Begitupun pada warga masyarakat pada umumnya, semua saling menjaga satu sama lain. Jika hal ini terus berjalan pasca pandemi, tentu akan sangat baik untuk persatuan dan kesatuan Indonesia.
Sementara itu, Ketua Bidang Media dan Juru Bicara Pejuang Bravo 5, Ruhut Sitompul yang juga ikut hadir mengatakan bahwa dari awal dibentuk, ormas Bravo 5 akan terus mendukung dan mengawal program-program Presiden RI, Joko Widodo, agar dapat mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan lebih maju. Hal tersebut dikatakannya setelah ikut menyaksikan pelantikan pengurus Pejuang Bravo 5, DPD Solo Raya, DPD Jawa Tengah dan DPD DIY di The Sunan Hotel Surakarta, Solo (19/08).
Acara yang berlangsung penuh semangat dan khidmat ini diakhiri dengan doa oleh KH. Abdullah Faishol, Rois Syuriah PCNU Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Selama acara berlangsung, panitia menerapkan protokol Covid-19 yang cukup ketat, dengan mewajibkan seluruh tamu undangan dan peserta yang hadir mengenakan masker.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut, wakil walikota Solo, H. Achmad Purnomo yang ikut serta dan membacakan sambutan walikota Solo. Selain itu ikut mendampingi Menteri Agama, antara lain Letjen TNI (Purn) Suaidi Marasabessy, Mayjen TNI (Purn) Heriyono Harsoyo, Letjen TNI (Purn) Eko Wiratmoko
dan Mayjen TNI (Purn) Irvan Edison.
Pada tahun 2013, relawan Bravo 5, yang sekarang berubah menjadi ormas Pejuang Bravo 5, diprakasai oleh sejumlah purnawirawan jenderal TNI, di antaranya Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Mayjen TNI (Purn) Heriyono Harsoyo, Letjen TNI (Purn) Suaidi Marasabessy dan Letjen TNI (Purn) Eko Wiratmoko.
Seusai acara, Ketua Pejuang Bravo 5 DPD DIY, Rumekso Setyadi, mengatakan bahwa Bravo 5 bekerjasama dengan pemerintah pusat dan daerah akan mengawal program pemulihan ekonomi nasional terutama untuk program-program UMKM dan masyarakat lainnya yang terdampak pandemi Covid-19 hingga pendapatannya menurun drastis. (nch)
