Bernas.id ? Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia dan dunia memang mengubah manusia. Pola hidup yang sudah menjadi budaya dan kebiasaan selama bertahun-tahun terpaksa harus beradaptasi dengan kebiasaan baru.
Salah satu lini yang mengalami perubahan besar adalah bidang pendidikan. Virus corona memaksa kita harus menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Tentu hal itu menjadi tantangan yang sangat besar untuk dunia pendidikan, baik dari TK hingga perguruan tinggi.
Belajar dari rumah dengan sistem daring atau disebut dengan Pembelajaran Jaraj Jauh (PJJ) ditetapkan sejak bulan Maret 2020 lalu. Hingga masuk tahun ajaran baru 2021 pembelajaran masih akan dilakukan secara online. Tentu saja hal ini menimbulkan tantang tersendiri baik untuk guru, dosen, siswa, mahasiswa, hingga orangtua.
Banyak apliasi yang bisa dipakai untuk pembelajaran jarak jauh. Sejauh ini, siswa yang belajar di rumah menggunakan aplikasi SiPintar, RumahBelajar, Google Form, atau Google Classroom. Tidak jarang, para guru juga menggunakan aplikasi Zoom atau Google Meet untuk bertatap muka atau melakukan review mandiri
Dilansir dari kompas.id berikut ini adalah 5 cara untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh pembelajaran jarak jauh.
1. Orangtua Juga Belajar
Yang membersamai anak untuk belajar sekaran ini adalah orangtua bukan guru. Dengan demikian, orangtua sepatutnya juga ikut belajar. Menjadi pengawas anak dan ?teman? saat belajar di rumah, orangtua dapat ikut mempelajari buku pelajaran anak dari sekolaj. Dengan demikian, orangtua dapat memberikan masukan serta membantu menerangkan materi pelajaran yang sulit dipahami anak.
2. Orangtua Belajar Teknologi
Sistem pembelajaran jarak jauh membutuhkan teknologi. Mau tidak mau, laptop, komputer, dan perangkat gawai lainnya digunakan saat proses pembelajaran melalui aplikasi. Orangtua yang sebelumya belum familiar dengan perangkat dan teknologi juga harus belajar dan memahami cara kerja dan fitur-fitur pada aplikasi tersebut. Jika orangtua sudah belajar maka kendala yang terjadi saat menggunakan aplikasi dapat diminimalkan. Ingat, tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar.
3. Orangtua Perlu Kelatih Kesabaran
Mendampingi anak belajar dan mengerjakan PR sehari-hari saja banyak membuat orangtua kehilangan kesabaran. Sistem PJJ ini meminta orangtua untuk berlatih kesabaran dalam mendampingi belajar anak. Ambil sisi positif dari situasi pandemi ini. Orangtua jadi memiliki kedekatan yang lebih dengan anak. Hubungan batin atau bounding jadi terjalin erat. Ajaklah anak sama-sama belajar dan menghadapi PJJ ini dengan baik.
4. Orangtua Memastikan Ketersediaan Peralatan
Tugas orangtua memang menyediakan kebutuhan anak. Oleh karena itu, orangtua perlu memastikan kualitas komputer, laptop, gawai atau jaringan internet saat anak sedang PJJ. Pastikan peralatan pada kondisi prima sehingga tidak ada kendala saat anak menerima materi atau mengerjakan tugas ketika PJJ berlangsung.
5. Orangtua Perlu Berkonsultasi dengan Guru
Sekolah yang dilakukan di rumah bukan berarti menghilangkan peran guru. Keberadaan guru tetap penting sebagai pengarah dan pemberi masukan jika ada kendala yang dihadapi. Jika orangtua menghadapi persoalan rumit, jangan pernah menyerah dan malu bertanya pada guru atau wali kelas. Pembelajaran tidak hanya menjadi tanggung jawab guru atau orangtua, tetapi juga tanggung jawab dua arah, yaitu orangtua dan guru.(snt)
