BERNAS.ID – Pernah melihat pasien cuci darah yang setelah melewati masa kritis di rumah sakit, dan setelah diperbolehkan rawat jalan oleh dokter, terlihat begitu aktif seakan-akan tidak sedang sakit?
Ya itulah ciri khas umumnya pasien-pasien cuci darah. Kondisi tubuhnya, on dan off. Suatu saat tidak terlihat sedang sakit, di waktu yang lain perlu dibawa ke UGD.
Kondisi demikian jika tidak disadari oleh pasien bisa membuat keadaan yang fatal. Pasien merasa dirinya sudah sehat, apalagi dengan kondisi penyangkalan bahwa dirinya telah menderita gagal ginjal.
Baca Juga : Sakit Ginjal Tidak Perlu Cuci Darah, Praktekkan ini, ABCDEF dan N
Pasien akan hidup seperti biasa (karena kondisi fisik memungkinkan untuk saat itu) bahkan tak jarang lebih keras aktifitas untuk mengganti waktu produktif yang digunakan jadwal cuci darah.
Karena hal tersebut, suatu saat, apalagi jika pasien belum memahami sepenuhnya rambu-rambu aktifitas, makan dan minum pasien cuci darah, pasien terpaksa harus dirawat karena komplikasi. Keluar RS, bisa sembuh hingga berpindah alam.
Bagaimana mencegah hal ini?
Ada beberapa tips yang bisa digunakan pasien cuci darah baru:
1. Sadarilah kondisi saat ini, meskipun Anda merasa sehat dan bugar namun Anda sudah bukan orang sehat sepenuhnya lagi. Ada hal-hal yang perlu disesuaikan, termasuk jam kerja, pola makan, pola minum, pola sosial, dan lainnya.
2. Perbanyak informasi cara menjalankan proses cuci darah yang baik dan benar. Bisa diperoleh dari para tenaga kesehatan, dokter, maupun pasien-pasien senior di tempat Anda menjalankan Cuci Darah.
Setelah dipahami, lakukanlah. Berbeda dengan penyakit lain yang hanya minum obat untuk sementara waktu, pasien cuci darah harus mau mengubah gaya hidup dan kebiasaan untuk selama-lamanya.
3. Dunia internet menyediakan banyak informasi, yang sayangnya kita sebagai pasien harus pandai-pandai memilih dan memilah informasi tersebut.
4. Dokter pernah menulis buku yang bisa dijadikan sumber informasi yang bisa diperoleh secara cepat dan tepat tepercaya, mengenai hidup dengan mesin dialisis, judulnya Penyakit Ginjal Kronis dan Hemodialisis terbitan Elex Media Komputindo, Gramedia Group. Silakan dimanfaatkan.
Pilihan Program Pendidikan dan Sertifikasi di Bidang Teknologi
Sebagai informasi, jika Anda sedang bingung memilih jurusan kuliah yang cocok di bidang teknologi, Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) memiliki program pendidikan yang tepat.
Dengan mengambil jurusan Teknik Informatika dan Sistem Informasi di UNMAHA, Anda tak hanya akan mendapat materi pembelajaran tetapi juga terjun pada proyek nyata.
UNMAHA juga menyediakan program beasiswa lho, yaitu dengan mendapatkan gratis SPP selama kuliah.
Apakah Anda berminat? Untuk mendapat informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran mahasiswa dan beasiswa di UNMAHA, silakan kunjungi laman PMB UNMAHA. Atau Anda bisa langsung menghubungi Admin UNMAHA melalui WhatsApp. (1)
(Penulis: dr. Erik Tapan)
