BOGOR, BERNAS.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Marullah Matali, menghadiri Rapat Usulan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pemajuan Kebudayaan Betawi di Bogor, Senin (17/2/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Marullah menegaskan pentingnya kesiapan pemuda Betawi dalam menghadapi perubahan, terutama setelah Jakarta tidak lagi berstatus sebagai ibu kota negara.
Baca Juga : Sambut Tahun Baru Imlek 2025, Perayaan Tradisi Betawi di Festival Bandeng Rawa Belong
“Yang paling penting anak Betawi harus siap-siap. Siap harus ke sini dan lari ke sana, itu yang paling penting yang saya sampaikan,” ujar Marullah, didampingi sejumlah tokoh Betawi seperti Nachrowi Ramli, K. H. Lutfi Hakim, Prof. Bahrullah Akbar, Prof. Agus Suradika, dan Prof. Sylviana Murni.
Dalam diskusi, Marullah juga menyoroti perlunya penyesuaian pada Peraturan Daerah terkait kebudayaan Betawi. “Perda Nomor 4 Tahun 2015 masih berlaku. Kalau sekadar kita bikin ‘perda-perdaan’ akan percuma, karena Perda yang lama masih update. Namun, kita ingin memasukkan beberapa poin tertentu yang lebih diperdalam,” katanya.
Sementara itu, K. H. Lutfi Hakim menekankan pentingnya percepatan penyusunan regulasi terkait Lembaga Adat Masyarakat Betawi. Menurutnya, peraturan ini merupakan bentuk tanggung jawab budaya yang harus segera diwujudkan.
Baca Juga : Pramono-Rano Diminta Prioritaskan Kebetawian di Era Kepemimpinannya
“Pertemuan ini merupakan keinginan bersama masyarakat Betawi dalam menjalankan amanah Undang-Undang Dasar. Bersamaan dengan itu, komitmen Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Khusus Jakarta terpilih yang akan dilantik pada 20 Februari 2025 nanti (diharapkan) dapat turut memajukan kebudayaan Betawi,” ujarnya.
Tokoh Betawi lainnya, Nachrowi Ramli, menegaskan bahwa masyarakat Betawi siap mendukung Pemprov DKI Jakarta dalam menyukseskan program pembangunan.
“Dengan adanya Perda Pemajuan Kebudayaan Betawi, kita berharap masyarakat Betawi mampu menghadapi perubahan Jakarta yang akan menjadi kota ekonomi global. Selain itu, masyarakat Betawi dan budaya lain yang ada di Jakarta akan terus bekerja sama menjaga kondusivitas daerah serta memperkuat persatuan melalui ketahanan budaya,” pungkasnya.
Rapat ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kebudayaan Betawi sebagai bagian dari identitas Jakarta, sekaligus memastikan keberlanjutannya di tengah dinamika perkembangan kota. (DID)
