JAKARTA, BERNAS.ID – Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, Riano P Ahmad menyambut baik penetapan Pramono Anung dan Rano Karno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta. Ia meyoroti pentingnya pelestarian budaya dan seni Betawi menyambut era kepemimpinan baru di Jakarta.
Menurut Riano, pemerintah memiliki tanggung jawab besar untuk tidak hanya melestarikan, tetapi juga mengembangkan budaya Betawi agar tetap relevan di tengah modernisasi. Untuk itu dirinya berharap janji-janji kampanye, terutama yang terkait dengan pemberian ruang ekspresi budaya Betawi, dapat direalisasikan dengan baik.
Baca Juga : Sekda DKI Jakarta Ajak Wanita Betawi Songsong Jakarta sebagai Kota Global
Riano menekankan bahwa Betawi harus terus menjadi bagian dari identitas kota Jakarta. Ia pun menyoroti pentingnya mengembangkan budaya Betawi seperti tradisi palang pintu. Ia mengusulkan inovasi agar kesenian ini tetap menarik tanpa kehilangan esensinya.
“Kalau tradisi palang pintu ditampilkan terlalu panjang, bisa membuat orang bosan. Harus ada kombinasi yang menarik, tapi substansi tetap terjaga,” kata Riano.
Legislator asal NasDem ini juga mendorong ikon budaya seperti bir pletok dan nasi uduk menjadi bagian kuliner khas Jakarta yang lebih dikenal luas. Kurasi dan edukasi mengenai budaya Betawi, katanya, perlu ditingkatkan agar generasi muda tidak kehilangan rasa bangga terhadap akar budayanya.
Baca Juga : Pemilihan Gubernur DKI 2024: Semarak Suasana TPS, Dari Dekorasi Betawi hingga Teknologi Modern
Dirinya mengusulkan agar budaya lokal dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. Dengan pendekatan edukasi ini, anak muda dapat lebih memahami filosofi di balik tradisi dan kesenian Betawi.
Ornamen Budaya sebagai Identitas Jakarta
Ia juga mendorong penerapan ornamen-ornamen khas Betawi pada gedung-gedung pemerintahan maupun swasta, seperti yang telah diamanatkan Perda No. 4 Tahun 2015. “Ini bukan hanya soal pelestarian, tapi juga identitas. Setiap sudut Jakarta harus menampilkan warna kebetawian,” katanya.
Di tengah era kepemimpinan baru ini, Riano berharap ada kebijakan yang konsisten untuk melestarikan budaya Betawi, tanpa terpengaruh oleh perubahan pemerintahan. “Kebijakan ini harus terus berjalan sebagai bentuk penghormatan pada budaya kita,” tegasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Riano optimis budaya Betawi tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. “Mari bersama-sama menjadikan budaya Betawi semakin dikenal dan dihargai, baik di Jakarta maupun di luar,” ajaknya. (DID)
