JAKARTA, BERNAS.ID – Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, M. Rifki atau yang akrab disapa Eki Pitung, memimpin audiensi bersama jajaran pengurusnya dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di kantor Kementerian Kebudayaan RI.
Pertemuan tersebut menandai tonggak penting dalam upaya pelestarian budaya Betawi, sekaligus membuka lembaran baru kolaborasi antara Bamus Betawi dan pemerintah pusat.
“Sepanjang sejarah, belum pernah kami dengar atau lihat Dewan Adat Bamus Betawi diterima secara formal oleh Menteri Kebudayaan. Alhamdulillah hari ini bisa terealisasi,” ungkap Eki Pitung.
Baca Juga : Jadi Narsum di Malaysia, Eki Pitung Puji Wawasan Anwar Ibrahim Soal Budaya dan Kuliner Betawi
Dalam pertemuan tersebut, Eki menegaskan pentingnya pelibatan komunitas adat Betawi dalam agenda-agenda nasional. Menurutnya, sebagai masyarakat inti Jakarta, sudah sewajarnya Betawi dilibatkan dalam pengambilan kebijakan strategis, termasuk kerja sama lintas kementerian.
“Pusat pemerintahan dan perekonomian itu ada di Tanah Betawi. Sudah saatnya kolaborasi ini naik kelas, tidak hanya di level provinsi, tapi juga kementerian bahkan presiden,” ujar Eki.
Eki juga menyampaikan kekhawatiran terhadap masa depan budaya Betawi di tengah transformasi Jakarta menjadi kota global. “Kita nggak tahu nasib budaya Betawi 10, 20, 30 tahun ke depan. Karena itu, kami mendorong pemerintah untuk turut serta menjaga eksistensi, tradisi, dan situs-situs budaya Betawi,” katanya.
Salah satu agenda besar yang disepakati dalam pertemuan tersebut adalah produksi film Si Pitung versi baru. Film tersebut akan mengangkat nilai-nilai perjuangan, budaya, dan sejarah Betawi dengan pendekatan kekinian. Menteri Fadli Zon dikabarkan sangat antusias dan meminta agar penulisan skenario film digarap serius oleh penulis terbaik.
Baca Juga : Demi Kepentingan Kaum Betawi, RK dan Eki Pitung Sepakati Kontrak Politik melalui Gerbang Betawi
“Beliau bilang banyak film sekarang yang bintangnya bagus, tapi nggak ada isi. Nah, untuk Si Pitung, beliau ingin ada pesan, ada dagingnya,” kata Eki.
Selain film Si Pitung, agenda besar lainnya adalah gelaran Harmoni Indonesia Maju dan Festival International Culture 2025 yang rencananya akan dihelat Oktober mendatang. Sebanyak 19 negara disebut telah mendaftar sebagai peserta. Tahun ini, Dewan Adat Bamus Betawi akan menjadi tuan rumah dan penyelenggara utama bersama para mitra CSR dan sponsor.
Kedua program tersebut menjadi bagian dari kontribusi nyata Bamus Betawi dalam menyongsong arah pembangunan kebudayaan nasional yang sejalan dengan visi Astacita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Khususnya dalam hal penguatan identitas nasional, pelestarian warisan budaya, serta mendorong diplomasi budaya di tingkat internasional.
Dalam audiensi itu juga dibahas rencana pembangunan rumah adat Betawi sebagai kantor resmi Dewan Adat di tengah kota Jakarta. Menteri Fadli disebut telah berkomitmen mencarikan lokasi strategis, seperti Monas atau Kemayoran. Tak hanya itu, kawasan budaya Condet yang kini terbengkalai juga menjadi pembahasan penting. Bamus Betawi mendorong agar kawasan itu dikembalikan fungsinya sesuai status awal sebagai cagar budaya.
Audiensi dihadiri oleh jajaran Dirjen dan Staf Khusus Kementerian, serta tokoh-tokoh adat Betawi, termasuk Sekretaris Majelis Adat Kiai Yusuf Aman, tokoh pendiri Bamus Betawi Mbak Beruswi Saleh, Wakil Ketua Umum, hingga perwakilan lembaga-lembaga otonom seperti Laskar Adat Betawi.
“Setelah ini akan ada pertemuan lanjutan, arahan dari Pak Menteri sudah jelas agar para dirjen berdiskusi teknis menindaklanjuti program-program yang kami sampaikan,” tutup Eki Pitung. (DID)
