JAKARTA, BERNAS.ID – Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Nur Afni Sajim, menyoroti lemahnya promosi sektor pariwisata di Ibu Kota. Ia meminta Dinas Pariwisata DKI Jakarta tak setengah hati dalam memperkenalkan potensi wisata daerah, bahkan menantang agar promosi dilakukan secara besar-besaran seperti di negara-negara lain.
“Apapun judulnya, mau indoor, outdoor, saya enggak peduli. Yang penting promosi itu penting banget. Jangan malu-malu. Bikin yang wah!” tegas Nur Afni saat rapat bersama jajaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI, Selasa (8/7/2025).
Baca Juga : Jakarta Sambut Tahun Baru dengan “Semarak Jakarta Mendunia”
Ia memberi contoh promosi wisata di luar negeri seperti di Tiongkok yang menurutnya sangat atraktif dan tak tanggung-tanggung.
“Kalau ke Cina, bapak (Kadis Pariwisata) pernah lihat Gozing? Itu bukan cuma promosi, itu live festival! Orang nonton sampai pagi, lampu mati baru pulang. Begitu megah dan indah,” ujarnya lantang.
Politisi asal Partai Demokrat itu juga mendukung pernyataan Presiden RI soal pentingnya membanggakan dan mengutamakan destinasi lokal dibanding berlibur ke luar negeri.
“Saya bersyukur banget presiden bilang jangan belanja atau liburan ke luar negeri, Indonesia lebih bagus. Nah, DKI harus tunjukkan itu. Contohnya Kota Tua, coba dibikin seperti Gotemba, seperti Gozing. Bisa jadi pusat magnet wisata dunia!” serunya.
Baca Juga : Pemprov DKI Jakarta Fasilitasi Sineas RI di Festival Film Cannes 2025
Ia juga mendorong agar semua pihak, dari Galeri Indonesia (GI), Pasar Ikan (PI), hingga seluruh unit dinas pariwisata DKI ikut ambil bagian dalam kampanye besar-besaran mempromosikan Jakarta.
Tak hanya wisata, Nur Afni menyinggung pentingnya membangun ekosistem film animasi lokal yang ramah anak.
“Bapak juga bikin dong festival film animasi. Yang ramah anak! Supaya anak saya enggak harus nonton film animasi di bioskop-bioskop tertentu atau Youtube. Bikin yang aman, edukatif, dan menarik!” tegasnya.
Nur Afni bahkan mendorong DKI untuk berpikir global dan berani promosi hingga ke Eropa.
“Jangan cuma kerja sama sama bandara Asia. Coba ekspansi ke Eropa! Lihat di Doha, promosinya gila-gilaan. Tapi promosi itu harus ditopang dengan event yang kuat juga ya, jangan kosong isinya,” pungkasnya.
Pernyataan Nur Afni ini memperkuat desakan agar Dinas Pariwisata DKI Jakarta tidak lagi berpikir konservatif. Jakarta, sebagai etalase Indonesia, dinilainya wajib tampil agresif dalam memasarkan pariwisata dan budaya ke dunia. (DID)
