Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    Muhammadiyah Dorong Ekosistem Berkelanjutan dalam Program MBG

    June 18, 2026

    Magister Manajemen (S2) Universitas Borobudur Terakreditasi Unggul

    June 17, 2026

    Pemkab Bantul Jamin Kesehatan Warga Terdampak TPA Piyungan Melalui JKN

    June 17, 2026

    BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta Pantau Kesehatan Siswa Sekolah Rakyat

    June 17, 2026

    UKDW Kukuhkan Guru Besar Termuda: Prof Anton Soroti Peran AI dalam Pendidikan dan Analisis Teks

    June 17, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      Akselerasi Layanan Digital, Bank Jakarta Kembali Hadir di Jakarta Fair 2026

      June 15, 2026

      Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak

      June 13, 2026

      Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota

      June 8, 2026

      Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Kota Inklusif

      June 7, 2026

      Belanja Negara di DIY Capai Rp6,2 Triliun hingga Akhir April 2026

      June 2, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Finance»Raksasa Konglomerat vs Danantara: Ujian Baru State Capitalism di Indonesia
    Finance

    Raksasa Konglomerat vs Danantara: Ujian Baru State Capitalism di Indonesia

    Wahyu Praditya PurnomoBy Wahyu Praditya PurnomoAugust 21, 2025No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Cooky T. Adhikara, Founder & CEO CERVO ID (Foto: dokumen pribadi)
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    JAKARTA, BERNAS.ID – Pasar modal Indonesia kini berada di persimpangan. Dengan kapitalisasi mencapai Rp14.247 triliun, kekuatan utama pasar terbagi dua: negara melalui BUMN dan kelompok konglomerat swasta.

    Dalam wawancara dengan Cooky T. Adhikara, Founder & CEO CERVO ID, terungkap bahwa perbedaan mendasar keduanya bukan sekadar skala, tetapi juga soal tata kelola.

    “BUMN memang punya bobot besar di Bursa, sekitar Rp2.054 triliun atau 18,47% dari total IDX. Tapi ironisnya, 83% dari angka itu hanya ditopang lima entitas: BRI, Mandiri, Telkom, BNI, dan BSI. Puluhan lainnya hidup di tepi jurang,” kata Cooky.

    Baca Juga : Cooky T. Adhikara: Arketipe Bukan Sekadar Branding, Tapi Fondasi Strategi Bisnis

    Ia mencontohkan Waskita Karya, Wijaya Karya, Adhi Karya, dan PP yang valuasinya hanya Rp15–20 triliun, padahal utang menembus Rp120 triliun. Garuda Indonesia juga kembali merugi setelah restrukturisasi. “Kalau perusahaan swasta, kondisinya itu sudah default sejak lama,” tegasnya.

    Menurut Cooky, masalah utama BUMN ada pada soft budget constraint, kebiasaan diselamatkan negara. Mandat ganda, mencari untung sekaligus melayani publik, membuat banyak BUMN kehilangan disiplin bisnis.

    Di sisi lain, kelompok konglomerat keluarga justru makin agresif. Dengan kapitalisasi Rp5.357 triliun atau 37,6% pasar, mereka ekspansif ke sektor sunrise seperti data center, telekomunikasi, dan energi hijau. Nama-nama besar seperti Djarum, Salim, Sinar Mas, hingga Barito, melangkah tanpa beban PSO.

    “Pasar jelas lebih percaya ke swasta. Investor asing rela masuk ke saham BREN yang valuasinya Rp1.200 triliun, tapi menghindari BUMN konstruksi meski sudah diskon 70%,” ujar Cooky.

    Baca Juga : Optimisme Presiden Prabowo untuk BPI Danantara Membangun Perekonomian Jangka Panjang

    Namun ancaman terbesar, lanjutnya, ada pada risiko fiskal. Jika restrukturisasi BUMN karya gagal dan Garuda kembali tumbang, APBN bisa tersedot Rp150–200 triliun atau hampir 1% PDB. “Ini bukan sekadar bailout, tapi bisa mengganggu belanja produktif, bahkan mengancam stabilitas sistem keuangan,” kata Cooky.

    Ia menilai Danantara, superholding BUMN, menjadi momentum krusial. Model ala Temasek diharapkan bisa mengonsolidasikan aset unggulan sekaligus menata yang bermasalah. Indeks BUMN20 sempat melonjak saat rencana ini diumumkan.

    “Tapi hati-hati, kalau tanpa disiplin komersial, Danantara bisa jadi bank sampah raksasa,” ujarnya. Solusi yang ia tawarkan: fokus konsolidasi portofolio unggulan, pisahkan BUMN komersial dengan penugasan, dan terapkan tata kelola transparan.

    “Pertaruhan kita sederhana,” simpul Cooky. “Apakah Danantara jadi Temasek Indonesia, atau sekadar payung politik bagi aset bermasalah.” (DID)

    BPI Danantara Cooky T. Adhikara konglomerat swasta pasar modal Indonesia State Capitalism
    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Wahyu Praditya Purnomo
    • Website

    Related Posts

    Akselerasi Layanan Digital, Bank Jakarta Kembali Hadir di Jakarta Fair 2026

    June 15, 2026

    Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak

    June 13, 2026

    Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota

    June 8, 2026

    Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Kota Inklusif

    June 7, 2026

    Belanja Negara di DIY Capai Rp6,2 Triliun hingga Akhir April 2026

    June 2, 2026

    Dorong Tranformasi Digital, Bank Jakarta Raih Penghargaan Digital Brand

    May 24, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Internasional Terbaru

    Para Pemimpin di Sektor Kesehatan Indonesia Berkumpul dalam Forum Eksekutif Eksklusif tentang AI, Keamanan Siber, dan Masa Depan Komunikasi Layanan Kesehatan yang Aman

    June 17, 2026

    Marcel Rohner bergabung dengan dewan direksi Titanbay

    June 17, 2026
    Berita Nasional Terbaru

    Putri Alya Sidik, Penulis Cilik di Tengah Rendahnya Tingkat Literasi Masyarakat

    June 10, 2026

    28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Luncurkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa

    May 21, 2026
    Berita Daerah Terbaru

    Muhammadiyah Dorong Ekosistem Berkelanjutan dalam Program MBG

    June 18, 2026

    Pemkab Bantul Jamin Kesehatan Warga Terdampak TPA Piyungan Melalui JKN

    June 17, 2026
    BERNAS.id

    Office Address :
    Jakarta
    Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
    Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

    Yogyakarta
    Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
    Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

    Email :
    info@bernas.id
    redaksi@bernas.id

    Advertisement & Placement :
    +62 812-1523-4545

    Link
    • Google News BERNAS.id
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
    BERNAS.id
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.