YOGYAKARTA, BERNAS.ID- Ajang Jogja Eco Style (JES) 2025 mengusung misi besar dengan memadukan fashion dan craft ramah lingkungan tanpa menghilangkan nilai estetika dan budaya. Semangat yang diusung industri fesyen dapat bertransformasi menuju arah yang lebih hijau, terutama pemanfaatan serat alam dan pewarna alam.
Tema “Threads of Earth” dipilih untuk menegaskan bahwa busana tidak hanya menjadi simbol keindahan, tetapi juga media refleksi ekologis dan ekspresi budaya yang berakar pada kearifan lokal.
JES diselenggarakan melalui kolaborasi antara Asosiasi Eco Printer Indonesia (AEPI), Loman Park Hotel, dan UNESCO, JES 2025 menjadi momentum penting bagi pelaku kreatif Indonesia untuk berkomitmen terhadap keberlanjutan global.
Baca Juga Sri Sultan Terima 120 Manuskrip Jawa Kuno Digital Dari Inggris
Ketua Pelaksana, Puthut Ardianto, mengatakan JES 2025 dirancang sebagai ruang lintas disiplin yang menyatukan desainer, budayawan, serta komunitas kreatif dalam semangat menjaga bumi. “AFF 2025, kami rancang sebagai ruang lintas disiplin, menyatukan desainer, budayawan, dan komunitas kreatif dalam semangat keberlanjutan,” tuturnya dalam konferensi pers, Kamis (23/10/2025).
Sementara itu, Pembina AEPI Fitriani Kuroda mengatakan JES bukan sekadar agenda tahunan, tapi sebuah gerakan menuju perubahan gaya hidup global yang berkelanjutan.
Ia menyebut kolaborasi dengan UNESCO sebagai langkah strategis untuk membawa nilai-nilai fesyen etis Indonesia ke panggung dunia. “Kami ingin mengangkat kearifan lokal Indonesia ke ranah internasional lewat praktik bisnis yang lebih etis dan bertanggung jawab,” katanya.
Selama dua hari pelaksanaan, JES 2025 menghadirkan beragam kegiatan edukatif seperti workshop ecoprint, pewarna alami, dan talkshow bertema Eco-Conscious Fashion bersama desainer nasional Poppy Dharsono. Puncak acara diwarnai dengan gelaran AEPI Fashion Festival (AFF) ke-4, yang menampilkan karya-karya inspiratif dari desainer tanah air serta tamu internasional Larissa Gustova asal London.
Co-Founder JES sekaligus Managing Director Loman Park Hotel Handono S Putro, menyampaikan harapannya agar JES menjadi inspirasi bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap kelestarian bumi. “Kami ingin tunjukkan bahwa fesyen Indonesia bisa jadi pelopor perubahan,” ucapnya.
Melalui semangat hijau, Jogja Eco Style 2025 menegaskan posisi Yogyakarta sebagai pusat fesyen ramah lingkungan di Asia Tenggara, sekaligus simbol harmoni antara kreativitas dan kelestarian bumi. (*)
