JAKARTA, BERNAS.ID – Kebakaran hebat melanda gedung tujuh lantai milik Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025) siang. Peristiwa ini diduga dipicu ledakan baterai drone di lantai dasar dan menyebabkan puluhan pegawai terjebak di lantai atas.
Api muncul dari lantai satu, lokasi penyimpanan atau pengujian baterai drone, sebelum cepat menjalar dan memenuhi lantai dua serta tiga dengan asap tebal. Kepulan asap hitam membumbung tinggi dari gedung perusahaan penjualan pesawat tanpa awak tersebut.
Baca Juga : Diduga Korsleting, Kebakaran Hanguskan 13 Kios di Pasar Inpres Palu
“Sebelum api membesar, terdengar suara ledakan keras. Dugaan korsleting atau kegagalan termal pada baterai drone yang memicu ledakan serta kebakaran,” ujar Dimitri, salah seorang karyawan yang berhasil dievakuasi.
“Waktu itu saya di lantai 5. Asap di lantai 2 dan 3 sudah banyak, jadi kami lari ke rooftop,” tambahnya.
Sekitar 15 karyawan, sebagian besar perempuan, terperangkap di lantai atas karena jalur tangga tertutup asap. Mereka memilih naik ke atap gedung untuk meminta pertolongan.
Baca Juga : Pramono Tegaskan Lanjutkan Program 1 RT 1 APAR Usai Kebakaran Marak di Jakarta
Petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat kemudian mengevakuasi mereka secara dramatis menggunakan tali dan tangga darurat, satu per satu dari ketinggian gedung.
Petugas damkar mengerahkan 28 unit mobil pemadam dan ratusan personel untuk memadamkan api. Setelah berjibaku selama beberapa jam, api berhasil dikendalikan. Para korban yang diselamatkan langsung mendapat pertolongan medis, sebagian mengalami sesak napas akibat menghirup asap.
Petugas juga mengevakuasi sejumlah jasad korban yang ditemukan di dalam gedung. Jenazah dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Hingga saat ini, jumlah pasti korban meninggal dan penyebab utama kebakaran masih diselidiki oleh polisi bersama instansi terkait.
Hingga sore hari, proses pendinginan dan penyisiran masih berlangsung untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal di dalam gedung. (DID)
