Bernas.id ? Di tengah pandemi Covid-19 ini aktivitas masyarakat menggunakan internet meningkat tajam. Banyak orang mencari informasi terbaru dengan mengandalkan internet. Berbagai grup WA pun mendadak sibuk dengan tautan berita yang dibagikan satu sama lain. Banyaknya informasi yang masuk dan ketergesaan dalam mencerna informasi tersebut membuat masyarakat tidak lagi memperhatikan mana berita fakta mana hoax.
Sebagai generasi milenial, kamu harus mampu menjadi katalisator dan meredakan isuisu hoax yang beredar. Jangan malah memperkeruhnya. Sebagai generasi muda terutama mahasiswa kamu harus bisa menjadi garda terdepan untuk menangkal berita hoax. Kamu bisa meluruskan berita hoax yang terlanjur sampai ke keluarga atau masyarakat.
Untuk menjadi mahasiswa cerdas yang mampu menangkali berita hoax, lakukan dengan 5 cara ini.
1. Jangan Langsung Percaya Judul Berita yang Provokatif
Budaya membaca belum betul-betul mengakar pada masyarakat Indonesia. Mereka lebih sering langsung percaya dengan judul tanpa membaca isi beritanya dengan detail. Inilah yang menjadikan berita hoax cepat menyebar. Oleh karena itu, sebelum percaya dengan judul dan mencerna info di berita tersebut, sebaiknya kamu telusuri dulu dengan cara mencari berita yang serupa dari media resmi.
2. Periksa Fakta dengan Membandingkan di Situs Terpercaya
Sebelum percaya terhadap sebuah berita periksa dulu faktanya apakah sumber dari berita tersebut resmi atau tidak. Berita yang baik selalu menyertakan sumbernya, baik narasumber dari hasil wawancara maupun pengamatan langsung yang dibuktikan dengan foto atau video.
Informasi yang didapat dari grup WhatsApp yang seolah berasal dari pelaku ormas, pengamat, atau tokoh politik, jangan cepat untuk mempercayainya. Ada baiknya kamu melakukan penegcekan ke ormas atau lembaga terkait.
Selain itu, bedakan antara fakta dan opini. Sebuah berita haruslah memuat fakta sedangkan opini merupakan pendapat dan pemikiran seseorang. Di dalam tulisan opini tentu penulis bebas menuliskan pendaptnya namun itu belum diyakini sebagai fakta. Kamu harus jeli membaca apalah sebuah informasi tersebut berupa fakta atau opini.
3. Teliti Keaslian Foto dan Video
Bentuk visual memang sangat digemari karena tidak harus repot-repot membaca deskripsi atau artikel. Maka tak heran jika berita atau informasi hoax yang bisa dengan cepat menyebar adalah foto dan video. Seringkali, foto dan video adalah asli tapi tidak ada kaitannya dengan berita atau deskripsi yang menyertai. Misalnya, foto korban kecelakaan lalu linta namun dalam deskripsi disebutkan bahwa itu adalah korban pembunuhan. Tentu saja informasi demikian sangat menyesatkan dan dapat menimbulkan keresahan.
Sebagai mahasiswa, kamu harus bisa menjadi peredam berita hoax bukan malah turut menyebarkannya.
4. Telusuri Alamat Situs
Sebelum percaya 100% dengan apa yang kamu baca, kamu harus yakin apakah alamat situs tersebut asli atau palsu. Seringkali ada pihak-pihak yang sengaja membuat situs dengan alamat mirip dengan situs media resmi. Jika tidak jeli maka kita bisa termakan berita hoax.
Dalam catatan Dewan Pers, ada sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita tapi baru 300 situs yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi
5. Bergabung dengan Grup Anti-Hoax
Grup anti-hoax yang ada saat ini misalnya di Facebook ada beberapa fanpage dan grup diskusi anti-hoax, seperti Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Grup Sekoci, Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, dan Fanpage Indonesian Hoaxes. Dalam grup-grup tersebut, kamu bisa membaca klarifikasi yang sudah diberikan oleh orang lain atau bertanya apakah sebuah informasi yang kamu baca merupakan hoax atau bukan.
Itulah 5 cara untuk menjadi mahasiswa cerdas yang tidak mudah termakan berita hoax. Jadilah mahasiswa yang memiliki kecerdasan literasi dengan membudayakan membaca secara tuntas dan detail sebelum mempercayai sebuah informasi.(sn)
