SLEMAN, BERNAS.ID- Di lahan pelungguh Kelurahan Condongcatur Sleman tumbuh subur berbagai macam jenis tanaman secara tumpang sari. Di lahan seluas 11 ribu meter persegi, hidup tanaman seperti alpukat, bawang merah, cabai, tomat, timun, kacang panjang, kacang tanah, dan lainnya.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, bersama jajarannya dan juga warga masyarakat padukuhan Tiyasan Condongcatur Depok, melakukan panen perdana bawang merah, Kamis sore (22/1). Pada kesempatan tersebut Bupati Sleman juga sekaligus meresmikan Sugih Waras Farm selaku pengelola perkebunan yang ada di padukuhan Tiyasan tersebut.
Baca Juga Sri Sultan Ikut Panen Di Lumbung Mataraman Gunungkidul
Riska Dian Nur Lestari, pengelola Sugih Waras Farm, menyebutkan sebelumnya, lahan tersebut tidak produktif, bahkan sering disalahgunakan untuk membuang sampah oleh sejumlah oknum. Bersama warga Tiyasan lainnya, ia berinisiatif untuk mengelola lahan tersebut dengan menanami berbagai macam jenis tanaman.
Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengapresiasi hadirnya Sugih Waras Farm dan mendukung pemanfaatan tanah pelungguh sebagai Lumbung Mataraman penguat ketahanan pangan kewilayahan.
“Panen bawang merah sebagai keberhasilan menghidupkan kembali lahan tidur menjadi ruang produktif. Ini juga menjadi refleksi filosofi luhur Sri Sultan Agung Hanyokrokusumo, ‘Nandur opo sing dipangan, mangan opo sing ditandur’, yang menegaskan nilai kemandirian, ketekunan, dan keseimbangan kehidupan agraris,” tuturnya.
Ia menjelaskan lahan tersebut dikembangkan dengan sistem tumpangsari dengan memadukan tanaman tahunan dan semusim, seperti klengkeng, alpukat, tomat, kacang prol lokal, jagung, semangka, serta berbagai komoditas lainnya. Bawang merah dipilih sebagai sampel panen untuk menandai keberhasilan transformasi lahan menganggur menjadi lahan pertanian yang produktif.
Sementara itu, Bupati Sleman dalam sambutannya mengaku senang dan bangga kepada warga padukuhan Tiyasan atas inisiasinya memanfaatkan lahan tidak produktif menjadi perkebunan dengan berbagai macam tanaman buah dan sayuran.
“Saya kaget. Di sini dulu lahannya cuma rumput, tok. Sekarang sudah ditanami macam-macam seperti ini. Tanah kalau kosong, dibikin begini ternyata bermanfaat. Saya harap ini bisa jadi contoh untuk daerah-daerah lain,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemkab Sleman siap mendukung kegiatan-kegiatan produktif yang dilakukan oleh masyarakat seperti ini. Diharapkan kegiatan ini dapat turut mendukung program ketahanan pangan nasional, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga Tiyasan dan sekitarnya. (jat)
