Palu, Bernas.id — Perjalanan karier panjang dan beragam pengalaman lapangan menjadi bekal utama AKP Muhammad Kasim SH dalam mengemban amanah sebagai Kapolsek Palu Selatan. Lulusan Bintara Polri tahun 1999–2000 itu kini menegaskan komitmennya memperkuat sinergi bersama masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
AKP Muhammad Kasim SH menjelaskan, ia mengawali pendidikan kepolisian di SPN Batua Makassar sebelum ditempatkan di Polda Sulawesi Tengah pada tahun 2000. Kariernya dimulai di Direktorat Samapta, lalu berlanjut di bidang reserse kriminal dengan berbagai penugasan di sejumlah wilayah, seperti Polres Donggala dan Banggai Kepulauan.
“Pengalaman di lapangan menjadi bagian penting dalam membentuk cara pandang saya dalam menjalankan tugas,” ujar Muhammad Kasim.
Selama bertugas, ia juga pernah mengemban tanggung jawab di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulteng, khususnya di Subdit Jatanras selama kurang lebih 10 tahun. Pada 2015, ia mengikuti pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Khusus Penyidik TA 2015 dan resmi menyandang pangkat perwira.
Setelah lulus, Kasim dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis, di antaranya Kapolsek Tolitoli Utara, Kapolsek Mori Atas, Kasat Reskrim Polres Tojo Una-Una, hingga Kasat Narkoba Polres Banggai. Ia juga sempat kembali bertugas di Direktorat Narkoba, Ditreskrimum Polda Sulteng sebelum menjabat Kapolsek Petasia, dan kini memimpin Polsek Palu Selatan.
Menjawab tantangan kamtibmas, khususnya peredaran narkoba, Kasim menegaskan bahwa penanganannya tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian. “Masalah narkoba adalah tanggung jawab bersama. Kami mengedepankan upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” katanya.
Ia menyebutkan, pihaknya aktif melakukan sosialisasi bahaya narkoba melalui Bhabinkamtibmas di wilayah rawan. Selain itu, pendekatan kepada orang tua juga terus dilakukan agar pengawasan terhadap anak-anak semakin optimal.
Dalam menjaga keamanan wilayah, Polsek Palu Selatan turut menggandeng berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah kecamatan, TNI, dan unsur masyarakat. Kegiatan patroli bersama rutin dilakukan, terutama pada akhir pekan, guna mencegah tindak kejahatan seperti pencurian kendaraan bermotor.
“Sinergi dengan stakeholder menjadi kunci. Kami berdayakan semua unsur, termasuk Babinsa dan tokoh masyarakat, untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ujarnya.
Untuk memudahkan masyarakat melapor, Polsek Palu Selatan juga mengoptimalkan layanan call center 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam.
Dengan pengalaman panjang dan pendekatan humanis, AKP Muhammad Kasim SH berharap kehadiran polisi semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ia menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan sekaligus membangun kedekatan dengan warga di wilayah hukum Palu Selatan.
